Pisah Sambut Alumni PPI GIFU: Langkah Baru menuju IKAGIDAI

Kamis, 26 Desember 2024, menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Gifu. Acara Pisah Sambut Alumni sukses digelar dengan suasana yang hangat dan penuh semangat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan dengan para alumni yang telah menyelesaikan studinya, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan Ikatan Alumni Gifu Daigaku Indonesia (IKAGIDAI).

Pisah sambut Alumni PPI Gifu

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua PPI Gifu, Ahmad Raharja. Dalam pembukaannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para alumni atas kontribusi dan dedikasi mereka selama menempuh pendidikan di Gifu University. Setelah itu, giliran Ketua IKAGIDAI, Dr. Fauzy Ammari, memberikan sambutan. Beliau memperkenalkan peran IKAGIDAI, demografi Indonesia di Jepang, dan kondisi terkini di Jepang.

Dokumentasi kegiatan webinar

Acara kemudian berlanjut ke sesi pematerian yang penuh wawasan. Pembicara pertama, Dr. Anang Sediohutomo, berbagi cerita menarik tentang pengalamannya sebagai dosen di berbagai universitas di Jepang. Dengan gaya yang santai namun penuh makna, beliau memberikan banyak motivasi kepada para mahasiswa untuk terus berkembang dan mengambil peluang di dunia akademik internasional.

Selanjutnya, Dr. Adityawan Sigit, salah satu alumni PPI Gifu yang baru saja meraih gelar PhD, mempresentasikan penelitian inovatifnya tentang pengurangan risiko banjir di Indonesia. Penelitiannya memberikan sudut pandang baru tentang mitigasi bencana yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pemaparan study oleh alumni PPI Gifu, Adityawan Sigit, Ph.D.

Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Eka Wahyuni Harlin, yang mengupas tuntas penelitiannya mengenai pengembangan obat kanker menggunakan pendekatan interaksi protein-protein. Beliau menjelaskan dengan cara yang sederhana namun mendalam, sehingga semua peserta dapat memahami pentingnya inovasi ini dalam dunia medis.

Pemaparan study oleh alumni PPI Gifu, Eka Harlin, Ph.D.

Acara ini dipandu oleh Citra Hardiyanti, mahasiswa PhD di Gifu University, yang memastikan jalannya acara tetap lancar dan interaktif. Dengan suasana yang akrab dan penuh inspirasi, acara ini menjadi momen berharga untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi di antara para alumni, mahasiswa, dan anggota PPI Gifu.

Pisah Sambut Alumni PPI Gifu bukan hanya sebuah perpisahan, tetapi juga langkah awal untuk terus menjalin hubungan erat dan saling mendukung, baik di dunia akademik maupun profesional. Semangat yang tercipta dalam acara ini diharapkan terus menyala dan membawa manfaat bagi semua pihak.

Penulis dan editor : Ika Adhani S.

Pengenalan Budaya Indonesia Melalui Angklung oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Gifu di Jepang: Inklusivitas dalam Seni Tradisional

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Gifu kembali menunjukkan dedikasi mereka dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui alat musik tradisional angklung. Dalam serangkaian kegiatan yang berlangsung di Gifu, Jepang, PPI Gifu bekolaborasi dengan Dosen Pendidikan Luar Biasa Gifu University, Yoshitaka Suzuki (https://researchmap.jp/suzuky), Sanggar Kabumi UPI Bandung (https://www.instagram.com/kabumi_upi/), dan SLB Cicendo Bandung (https://www.slbncicendo.sch.id/), tidak hanya menampilkan keindahan harmoni angklung tetapi juga menonjolkan inklusivitas dengan melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dalam aktivitas budaya ini.

Foto bersama dalam acara pertunjukan angklung di Gifu University pada tanggal 17 November 2024, PPI Gifu bersama Dosen Pendidikan Luar Biasa Gifu University, Yoshitaka Suzuki dan murid-muridnya, Sanggar Kabumi UPI Bandung, dan SLB Cicendo Bandung.

Angklung: Ikon Warisan Budaya Dunia

Angklung, alat musik tradisional berbahan dasar bambu yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada tahun 2010, menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia yang terus dipromosikan di kancah internasional. Melalui berbagai pertunjukan dan lokakarya, pertunjukan kolaborasi ini memanfaatkan angklung sebagai medium untuk mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang.

Dalam penampilannya anggota PPI Gifu mempersembahkan pertunjukan angklung yang membawakan lagu-lagu populer dari Indonesia, International dan Jepang, seperti Bengawan Solo, Can’t Help Falling in Love dari Elvis Presley dan Ue o Muite Arukou. Penonton tidak hanya menikmati keindahan musik, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar dan mencoba memainkan angklung, yang menjadi pengalaman interaktif dan mendalam bagi peserta.

Inklusivitas dalam Seni Tradisional

Pertunjukan angklung ini juga mengusung tema inklusivitas dalam pengenalan angklung dengan melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dalam pembelajaran dan pertunjukan musik. Berdasarkan penelitian, bermain angklung memiliki manfaat signifikan dalam meningkatkan keterampilan motorik, kognitif, serta memberikan rasa percaya diri dan kesempatan untuk berpartisipasi secara sosial. Kegiatan ini menunjukkan bahwa seni tradisional seperti angklung tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga alat terapi yang efektif dan inklusif.

Tiga Penampilan Angklung yang Berkesan

Kegiatan penampilan angklung oleh PPI Gifu dilaksanakan sebanyak tiga kali:

Tanggal 20 Oktober 2024 – Dalam acara Gifu and World Through Dances, PPI Gifu berkolaborasi dengan Sanggar Kabumi dari UPI Bandung. Acara ini memperlihatkan perpaduan seni tradisional dari berbagai negara yang disambut dengan antusias oleh masyarakat lokal.

Foto PPI Gifu dalam acara Gifu and World Through Dances

Tanggal 17 November 2024 – Penampilan angklung bersama SLB Cicendo dan Sanggar Kabumi. Kegiatan ini menunjukkan inklusivitas seni, di mana anak-anak berkebutuhan khusus turut ambil bagian dalam pertunjukan yang menggugah hati.

Foto pertunjukan angklung di Gifu University berkolaborasi dengan SLB Cicendo, UPI Bandung, dan siswa berkebutuhan khusus dari Jepang

Tanggal 17 November 2024, Sore – Diadakan di 16 Plaza dalam acara みんなでチャレンジ!アンクルン大合奏 (Let’s all take on the challenge! Angklung Ensemble – Experiencing diversity and thinking about special needs education). Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan angklung sebagai alat musik yang inklusif dan mempererat dialog tentang pendidikan khusus. Dalam acara tersebut, juga diselenggarakan lokakarya interaktif di mana semua peserta diajak memainkan angklung secara bersama-sama, menciptakan pengalaman bermusik yang penuh kebersamaan dan harmoni.

Penampilan PPI Gifu dalam acaraみんなでチャレンジ!アンクルン大合奏

Kolaborasi Antarbudaya

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Fakultas Pendidikan Universitas Gifu, yang aktif mempromosikan dialog lintas budaya melalui program-program berbasis seni. Selain itu, lokakarya ini menjadi ruang kolaborasi antara pelajar Indonesia dan komunitas lokal Jepang untuk saling bertukar wawasan mengenai seni dan budaya tradisional.

Sebagai organisasi mahasiswa, PPI Gifu terus berkomitmen menjadi duta budaya Indonesia di Jepang melalui berbagai program edukasi dan seni. Dengan mengintegrasikan elemen inklusivitas, PPI Gifu berharap dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mempromosikan nilai-nilai universal seperti kesetaraan dan keberagaman.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat citra angklung sebagai ikon budaya Indonesia, tetapi juga menunjukkan bagaimana seni tradisional dapat menjadi medium inklusif yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Dengan langkah-langkah inovatif ini, PPI Gifu terus menjadi pelopor dalam pelestarian dan promosi budaya Indonesia di panggung internasional.

Video penampilan angklung dapat disaksikan di akun Instagram PPI Gifu (https://www.instagram.com/ppi.gifu/).

Penulis: Ummi Marfuah
Editor: Ika Adhani S.