Raden Adjeng Kartini, atau biasa disapa dengan RA. Kartini, lahir pada tanggal 21 April 1879 (28 Rabiul Akhir tahun Jawa 1808) di Mayong Afdeling Japara (kini Jepara). Peran besarnya sebagai pelopor pergerakan nasional perempuan di Indonesia yang muncul pada zaman politik etis membuat namanya termasuk dalam daftar pahlawan terpandang di Indonesia. Pergerakan ini dicetuskan setelah ia merasakan diskriminasi antara pria dan wanita dalam menempuh pendidikan.
Beliau merupakan seseorang yang tak lelah untuk membela pendidikan dan emansipasi perempuan. Namun, bagaimana jika hari Kartini dirayakan di musim semi di kota Gifu, Jepang?. Hari kartini akan selalu bertepatan dengan awal baru di Jepang, awal bagi setiap orang, awal bagi setiap perempuan untuk melanjutkan sekolah bahkan hingga pendidikan tertinggi, tiada hambatan, tiada perbedaan. Hari kartini yang jatuh di musim semi akan memberikan makna yang mendalam bagi perempuan Indonesia di Jepang. Sakura adalah perwujudan keindahan, moralitas, dan juga merayakan kebebasan dan kesetaraan.
Tentu kita sebagai wanita perlu merayakan ini bukan? Perayaan ini dapat diisi dengan diskusi mengenai isu-isu perempuan terkini (feminisme, pameran seni perempuan, atau festival budaya Indonesia). Kita juga dapat dengan bangga mengenakan busana tradisional Indonesia sebagai simbol kekuatan dan kecantikan.
Hari kartini bisa menjadi momentum kita untuk memperkuat soladaritas dan persaudaraan sebagai prempuan Indonesia di Gifu, Jepang. Mendukung, menginspirasi, dan berjuang demi hak-hak perempuan adalah tugas kita bersama. Mari kita rayakan hari kartini di musim semi ini dengan semangat satu asa serta satu jiwa untuk menjadi teladan bagi sesama perempuan lain di Indonesia maupun diseluruh dunia. Kita bisa mencapai segala impian untuk menjadi perempuan yang baik, mandiri, serta santun. Selamat hari kartini, bagi kita, kamu, dan seluruh perempuan di Indonesia!.
Penulis: Fadhilatu Zikra
Editor: Ikha Adhani S.

