Sayonara PPI Gifu 2023/2024 – PPI Gifu, Jaya Untuk Negeri

Atas ki-ka: Robi Cahyadi, Rohyanti Yuliana, Afdholiatus Syafa`ah, Ummul Khairat, Emil Salim

Bawah ki-ka: Bagus Himawan Wicaksono, Adityawan Sigit, Saat Egra, Wingki Mey Hendra, Dodi Zulherman

 

Assalaamua’laikum Warohmatullahi Wabaarokaatuh.

Alhamdulillahirrobil alamiin. 

Dengan rasa hormat dan hati yang penuh syukur, kami memohon ridho dan karunia dari Allah SWT. Kebijaksanaan dan bimbingan-Nya yang tak terbatas telah menerangi jalan kami dan memberdayakan kami dalam pengabdian kepengurusan ini. Kami sampaikan salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, yang kehidupan teladannya mengilhami tindakan kami dan menerangi jalan menuju kebenaran. Dalam semangat ajaran beliau, kami berusaha untuk mewujudkan kasih sayang, persatuan, dan dedikasi dalam semua upaya kami.

Apresiasi dan terimakasih yang terdalam kami sampaikan kepada para pengurus PPI-Gifu 2023/2024 yang berdedikasi, dewan penasihat, dan teman-teman keluarga besar PPI-Gifu yang luar biasa. Dukungan teman-teman sekalian yang tak tergoyahkan, termasuk kemurahan hati dari Keluarga Muslim Indonesia di Gifu, Hanamaza Pan Bakery, Kazoku Halal Mart Gifu, dan Suzuki Y-sensei, telah mendorong perjalanan kami.

Pada kesempatan ini, izinkan kami menceritakan sejarah singkat PPI.

Dari kiri ke kanan: Gunawan Mangunkusumo, Mohammad Hatta, Iwa Kusumasumantri, Sastro Mulyono, dan R.M. Sartono.

 

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) didirikan pada tahun 1922 di Leiden, Belanda. Awalnya, PPI bernama Indische Vereeniging (Asosiasi Hindia) yang didirikan oleh para pelajar Hindia Belanda pada tahun 1908. Pada masa awal, kegiatan asosiasi ini masih sebatas pertemuan dan bersosialisasi. Di bawah kepemimpinan Mohammad Hatta, asosiasi mengalami transformasi menjadi organisasi PPI yang lebih berfokus pada pengembangan diri dan kemajuan bangsa. PPI mulai aktif dalam kegiatan politik dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Berkat peran aktifnya, PPI menjadi salah satu organisasi pelajar yang berpengaruh pada pergerakan kemerdekaan Indonesia.

PPI Jepang bersama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

 

Seiring berkembangnya jumlah pelajar Indonesia di luar negeri, PPI didirikan di berbagai negara, termasuk diantaranya PPI Jepang yang didirikan tanggal 24 Juni 1953. Kesadaran akan tanggungjawab moral dan intelektual para pelajar Indonesia menggerakkan PPI dari seluruh dunia untuk berkumpul di London dan menghasilkan Tekad London pada tahun 2004. Tekad London melahirkan PPI Dunia sebagai wadah pemersatu dan penggerak PPI di seluruh dunia. Diharapkan PPI dapat menyatukan dan menggerakkan para pelajar Indonesia dari seluruh dunia sehingga dapat memberikan kontribusi nyata pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian untuk tanah air.

Dengan semangat serta inspirasi dari PPI Jepang dan PPI Dunia, kami mengabdikan diri dalam kepengurusan PPI Gifu. Namun demikian, kami menyadari bahwa ada kekurangan yang mungkin tidak sesuai dengan harapan teman-teman. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati yang paling dalam, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Seiring berjalannya waktu, masa bakti 2023/2024 telah mencapai destinasi akhirnya dengan ditandai oleh penyampaian LPJ dan Pemira dalam musyawarah anggota PPI Gifu pada tanggal 24 Februari 2024. Bertempat di Yanagido Hall Gifu University, kegiatan diawali dengan penyampaian LPJ oleh Ketua PPI GIfu dari pukul 10.30 hingga 12.00. Kemudian, kegiatan Pemira dilaksanakan pukul 14.00 hingga 15.30.Foto peserta musyawarah anggota PPI Gifu 2024

Selain dua agenda di atas, kami juga melaksanakan farewell party bagi rekan-rekan anggota yang akan menyelesaikan studinya di bulan Maret 2024 dan apresiasi bagi donatur yang berkontribusi selama periode satu tahun terakhir yakni Hanamaza Pan dan Kazoku Halal Mart.  Rekan-rekan anggota PPI Gifu yang akan menyelesaikan studinya pada bulan maret 2024 (dari kiri ke kanan: Primas, Syahrul, Cicih, Sri, Citra, Rawiyah, Fitri)

Apresiasi bagi Hanamaza Pan dan Kazoku Halal Mart atas kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan kegiatan PPI Gifu 2023/2024 (kiri ke kanan: Adityawan, Pak Pendi (Kazoku), Pak Fauzy (Hanamaza), Saat Egra)

Seiring dengan upaya untuk terus melakukan perbaikan, kami berharap kepada teman-teman pengurus PPI-Gifu periode berikutnya dapat berkomitmen kuat untuk menjunjung tinggi dalam meneruskan nilai-nilai baik dari pencapaian yang telah kita capai bersama pada periode 2023/2024 ini. Semoga untuk kepengurusan berikutnya, dengan meneladani semangat para pahlawan pendahulu PPI, dan semangat menuju Indonesia Emas 2045, PPI-Gifu dapat melangkah maju, bersemangat untuk menulis kisah berikutnya dengan dampak dan kesuksesan yang lebih besar.

Dengan perasaan campur aduk, ijinkan kami undur diri dan mengumumkan selesainya masa periode kami sebagai pengurus PPI-Gifu 2023/2024. Meskipun kami menyadari bahwa tidak ada perjalanan yang sempurna, kami berbahagia dengan kemajuan yang telah dicapai oleh kita bersama. Dengan rasa terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah berkontribusi, kami menyerahkan obor dengan penuh percaya diri, karena kami yakin bahwa api semangat PPI-Gifu akan terus menyala dan berkembang. Meskipun peran kami mungkin berubah, komitmen kami terhadap PPI-Gifu tetap teguh. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan yang luar biasa ini. PPI Gifu, Jaya Untuk Negeri.

Semoga Allah SWT senantiasa merahmati dan membimbing Keluarga besar PPI-Gifu.

Wassalaamua’laikum Warohmatullahi Wabaarokaatuh.

 

PPI Gifu 2023/2024

Eksplorasi Keindahan Musim Dingin: Winter Trip PPI Gifu di Shirakawa-go dan Takayama

Pada tanggal 13 Januari 2024, teman-teman Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Gifu menutup tahun 2023/2024 dengan Winter Trip yang mengesankan. Lebih dari 50 pelajar Indonesia, termasuk keluarga, dan anak-anak, memulai perjalanan untuk menjelajahi lanskap magis Desa Shirakawa-go dan Kota Takayama yang menawan. Petualangan seru dalam Winter Trip kali ini dengan menyewa satu bus dengan kapasitas 49 orang dan tiga mobil pribadi menghiasi perjalanan kami, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh semangat di setiap sudut perjalanan.

Sudah menjadi tradisi bagi kami untuk tidak hanya menciptakan momen-momen indah, tetapi juga memberikan pengalaman tak terduga kepada seluruh peserta. Selama perjalanan, kami menyelipkan berbagai games seru yang berhasil menghangatkan suasana di dalam bus. Mulai dari permainan kuis yang penuh tawa hingga tantangan kreatif yang menuntut kecerdasan setiap peserta. Panitia juga menyediakan konsumsi siang yang lezat. Makanan hangat dan camilan enak menjadi teman setia selama perjalanan, memastikan energi dan semangat tetap terjaga di tengah cuaca dingin musim dingin.

Perhentian pertama kita adalah Desa Shirakawa-go yang menakjubkan, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal dengan rumah pertanian gassho-zukuri yang unik dengan atap jerami yang khas. Tenggelam dalam negeri ajaib musim dingin, kita mengagumi rumah-rumah yang tertutup salju dan mengambil foto menakjubkan dengan latar belakang yang indah. Suasana ceria semakin diperkuat dengan gelak tawa dan kegembiraan anak-anak yang bermain salju, sehingga menciptakan kenangan abadi bagi kita semua.

Melanjutkan perjalanan, kita tiba di Takayama, kota bersejarah yang terkenal dengan arsitekturnya yang terpelihara dengan baik dan pemandangan budayanya yang dinamis. Kita berjalan-jalan di jalanan yang mempesona, menikmati makanan khas setempat yang lezat, dan menikmati berbelanja oleh-oleh unik. Perjalanan ini memupuk rasa kebersamaan dan memungkinkan teman-teman membangun koneksi di luar dunia akademis, membentuk ikatan yang melampaui ruang kelas.

Namun, keseruan tidak berhenti di sana. Panitia juga memberikan tantangan menarik kepada enam peserta yang mampu meraih likes tertinggi di akun Instagram mereka dengan memposting momen-momen epik selama di Shirakawa-go. Inilah cara kami untuk mendorong kreativitas dan berbagi keindahan perjalanan kami dengan dunia.

Melihat ke belakang, Winter Trip ini menyajikan lebih dari sekadar tamasya yang menyenangkan. Ini menjadi bukti kekuatan persatuan dan kebersamaan. Seperti kata pepatah kuno Afrika, “Jika kita ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi jika kita ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama.” Perjalanan ini menegaskan kembali bahwa dengan berdiri bersatu, kita dapat mengatasi tantangan apa pun dan mencapai hal-hal yang lebih besar.

Momen magis di Shirakawa-go dan pesona tradisional Takayama membuat Winter Trip ini benar-benar tak terlupakan. Semua peserta merasakan kehangatan persahabatan di tengah dinginnya musim salju. Bersama-sama, kami tidak hanya menjelajahi keindahan alam, tetapi juga membentuk kenangan indah yang akan dikenang selamanya.

Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang baik dari kantor Co-op Gifu University, yang menyediakan bus sewaan, sehingga perjalanan ini dapat terlaksana. Selain itu, kehadiran koordinator wilayah PPI Chubu, Mas Bomby, semakin memperkaya pengalaman.

Kami di PPI Gifu yakin bahwa ikatan yang terjalin selama perjalanan ini akan terus memperkuat komunitas ini. Kami percaya bahwa dengan persatuan kita dapat menghadapi masa depan dengan percaya diri dan terus mendukung dan memotivasi satu sama lain dalam perjalanan akademis dan pribadi selama di Jepang. Mari kita ciptakan komunitas yang dinamis dan suportif yang membuat kita semua merasakan bahwa; walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua, Bhinneka Tunggal Ika.

Penulis: Lia Anggresani

Editor: Adityawan Sigit

National Scholars Talk: Ngobrol Perjalanan Kuliah (Beasiswa dan kehidupan) di Jepang

Kegiatan National Scholars Talk ini diselenggarakan atas kerja sama dan diinisiasi oleh Ikatan Mahasiswa Masjid Kampus (IMMAM), Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Gifu di Jepang. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 14 Febuari 2024 melalui media online zoom meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 50 orang yang sebagian besar adalah mahasiswa UBT dan beberapa mahasiswa yang berasal dari kampus di Indonesia seperti Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, IPB University, serta masyarakat umum.

Webinar mengambil berjudul WEBINAR BEASISWA: NATIONAL SCHOLARS TALK “Sukses Raih Beasiswa Dalam dan Luar Negeri: Pelajari Rahasianya di Webinar ini!”. Keinginan melanjutkan jenjang pendidikan di kalangan mahasiswa Indonesia dari sarjana menuju master tidaklah terlalu tinggi. Hal ini terlihat dari rasio dari jumlah mahasiswa pascasarjana dan jumlah lulusan yang dikeluarkan oleh kampus setiap tahunnya. Keinginan melanjutkan sekolah kadang kala perlu ada motivasi, semangat, finansial dan dukungan dari luar, baik keluarga ataupun teman. Tingkat pendidikan seringkali disinergikan dengan tingkat kesejahteraan di masa depan, meskipun memang jalan hidup dan takdir telah ditetapkan Allah SWT. Maka, webinar ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada peserta bahwa cita-cita menempuh pendidikan di luar negeri bukanlah sesuatu yang sulit, atau hanya bisa diraih oleh orang-orang yang pintar, atau yang memiliki kemampuan finansial lebih, tetapi juga bisa diraih oleh mereka yang biasa-biasa saja, berasal dari keluarga menengah ke bawah, dan/atau memiliki keterbatasan kemampuan bahasa. Di webinar ini, rahasianya dibahas.

Menempuh pendidikan di Jepang atau luar negeri menjadi daya tarik tersendiri bagi teman-teman dari IMMAM UBT, sehingga terselenggaralah kegiatan kolaborasi ini dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini disampaikan oleh Saat Egra dan Andhika Januardyh. Saat Egra merupakan mahasiswa doktoral Universitas Gifu, Jepang. Beliau merupakan salah satu penerima beasiswa MEXT Scholarship dari Kementrian Pendidikan, Budaya dan Teknologi Jepang. Sedangkan Andhika merupakan Mahasiswa UBT yang juga sekaligus penerima Beasiswa Pertamina Foundation.

Webinar ini dimulai pukul 21.15 JST dengan dimoderatori oleh Nur Adha Febrianti. Peserta yang hadir lebih dari 50 peserta dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, dosen, dan juga masyarakat umum. Materi Saat Egra dibagi menjadi empat bagian; Perkenalan (Personal, Kota Gifu, dan PPI Gifu), pengantar beasiswa (mengapa memilih beasiswa Jepang?), jenis-jenis beasiswa yang ada pada pamflet Japan Student Services Organization (JASSO), dan jenis beasiswa yang dapat diakses sesuai kondisi mahasiswa saat ini. Empat bagian ini menjadi alur presentasi yang menarik sehingga timbul lebih dari 10 pertanyaan. Ada satu pertanyaan yang menarik, yaitu dari saudara Ganang Utara. Beliau merupakan siswa dari SMA Negeri 2 Tarakan. Beliau bertanya tentang beasiswa orang asing yang ingin sekolah sarjana di Jepang. Peluang ini tentu ada, bahkan terbuka lebar bagi siapa saja, baik melalui MEXT Scholarship G to G atau beasiswa private lainnya. Namun disisi lain, untuk bisa mendapatkan dan melaluinya tidaklah mudah, sangat berat bahkan. Ketika telah diterima, kelasnya pun menggunakan sepenuhnya Bahasa Jepang. Sejauh ini mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan S1 di Jepang sangat sedikit. Sebagian besar masyarakat Indonesia mengambil pascasarjana, baik program magister atau doktor. Namun, sebagai penyemangat kami sampaikan bahwa pendidikan sarjana di Indonesia tidak kalah bagus kualitasnya untuk keilmuan dan pengembangan diri.

Pengembangan diri dan keahlian bersosialisasi mungkin akan sulit didapatkan ketika menempuh pendidikan sarjana di Jepang. Hal ini karena orientasi berorganisasi di Jepang tidak se-intens mahasiswa di Indonesia. Izinkan kami mengutip dari Anies Baswedan, “IPK yang tinggi itu hanya mengantarkan sampai meja wawancara. Namun, sukses pasca wawancara ditentukan oleh kemampuan analisa, kepemimpinan, dan inovasi atau keaktifan di organisasi dan lembaga kemahasiswaan.” Hal inilah yang kami dorong untuk setelah menyelesaikan sekolah sarjana barulah pergi sekolah master kemanapun yang engkau mau, tak harus ke Jepang, bisa ke benua Eropa, Australia, Amerika, ataupun negeri China. Saat kamu sekolah di luar negeri, kamu bisa melihat Indonesia dari jauh, betapa indahnya negeri ibu pertiwi dari berbagai sisi. Bawa pengalaman yang dipelajari di luar untuk pulang membangun tanah air tercinta.

Selain berbagi informasi berkaitan beasiswa dan peluang-peluang yang bisa diambil melalui jalur-jalur yang kadang tak banyak orang tahu, kami juga berbagi carita tentang kehidupan seorang muslim di lingkungan Jepang, khususnya di kampus. Ada 3 hal yang perlu sangat diperhatikan bagi seorang muslim di Jepang agar tetap berada dalam perlindungan dan pertolongan Allah SWT yaitu; makanan, pekerjaan, dan pertemanan. Makanan halal akan mengantarkan kita pada kemudahan dan terkabulnya doa-doa. Sebaliknya, makanan haram akan mengantarkan kita pada timbulnya berbagai masalah, dan dekatnya dengan kemaksiatan (Al Baqarah 168, HR Muslim 1015, At-Tirmizi 2989, Ad-Darimi 696, Ahmad 2/328 dan Al-Baihaqi Asy-Syu’ab 1118). Pekerjaan sebaiknya pilih tempat pekerjaan yang memudahkan kita menjalankan ibadah dengan tepat waktu atau seminimalnya bisa mengerjakan sholat, jangan sampai kita memudahkan syariat sholat ini sehingga menggabungkan 2 waktu sholat dalam sekali waktu sholat. Selain itu, sebaiknya tidak ada bahan atau hal yang diharamkan dalam Alquran di tempat kerja tersebut.

Barkaitan dengan pertemanan, kami menganjurkan untuk tidak terlalu mengikuti hal-hal yang melampaui batas dari gaya pergaulan masyarakat Jepang seperti nomikai. Nomikai merupakan kegiatan berkumpul dan minum alkohol Bersama. Biasanya kegiatan ini dilakukan ketika ada perayaan tertentu. Sebagai seorang muslim yang taat terhadap aturan Allah SWT dan Rasul-Nya, ada Batasan-batasan yang perlu dijaga agar tidak melampauinya. Pengalaman kami adalah, ketika satu kali diajak untuk kegiatan demikian, sejak awal harus berani mengatakan tidak, dan dijelaskan alasan mengapa menolak dengan santun. Kami beberapa kali betemu dengan kasus serupa yang membuat kami harus teguh terhadap pendirian ketaqwaan, namun tak sekalipun kami dapati kawan Jepang atau sensei yang memarahi kami. Justru yang kami dapati adalah mereka sangat-sangat menghargai keinginan kami dalam menjalankan kepercayaan dengan sepenuhnya.

Demikian keseruan dan kehangatan webinar beasiswa kali ini. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas undangan dan kerjasamanya dari Ikatan Mahasiswa Masjid Kampus UBT. Semoga apa yang sudah dilakukan menjadi amal kebaikan yang diterima oleh Allah SWT dan mengalir pahalanya untuk kedua orang tua kita. Semoga teman-teman pendengar juga selalu terjaga kesehatannya, panjang umurnya, dan sukses dalam karirnya. Aamiiin.

Penulis: Saat Egra

Editor: Adityawan Sigit

Melodi Harmonis dan Pertukaran Budaya: Penampilan Semarak PPI-Gifu di Festival Gidaisai ke-75

Pada tanggal 5 November 2023, Persatuan Pelajar Indonesia Gifu, Jepang (PPI-Gifu) menjadi pusat perhatian di Festival Gidaisai Universitas Gifu ke-75, menampilkan pertunjukan memukau yang selaras dengan kekayaan budaya dan harmoni musik.

Gidaisai, sebuah festival tahunan di Universitas Gifu, memberikan gambaran perayaan yang semarak setiap musim gugur. Ekstravaganza tahun ini menampilkan serangkaian kegiatan yang menyenangkan, termasuk mock store & flea market yang memiliki 27 stan unik, kompetisi olahraga seru yang mencakup pertandingan softball, bola voli, dan bulu tangkis, serta beragam pertunjukan indoor dan outdoor.

Di tengah beragamnya aktivitas, PPI-Gifu dibawah bimbingan dosen Suzuki Yoshitaka, tampil pada pertunjukan outdoor dengan membawakan alunan musik angklung yang memukau ke dalam festival. Dipimpin oleh konduktor Adityawan Sigit, gitaris Abram Anggit Mahadi, dan MC Bagus Himawan Wicaksono, 16 pemain angklung berbakat menciptakan suasana magis dengan membawakan lagu-lagu klasik, termasuk “Bengawan Solo” oleh Gesang dan “Ue Wo Muite Arukou” oleh Kyu Sakamoto.

Nada angklung yang khas dan bergema, alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari tabung bambu, memenuhi udara, memikat penonton dan menumbuhkan suasana pertukaran budaya.

Partisipasi PPI-Gifu tidak hanya sekedar panggung, teman-teman juga mengundang pengunjung festival untuk bergabung dalam perayaan musik. Lebih dari 60 buah angklung dibagikan kepada penonton yang antusias, yang disuguhi sesi interaktif yang dipandu oleh konduktor.

Dipimpin oleh konduktor, penonton mempelajari dasar-dasar isyarat tangan – do, re, mi, fa, sol, la, si, do – sebelum secara kolektif memainkan angklung dengan lagu-lagu ikonik seperti “Can’t Help Falling in Love” oleh Elvis Presley dan “Do-Re-Mi” dari film musikal Julie Andrews, “The Sound of Music.”

Partisipasi PPI-Gifu dalam Festival Gidaisai menunjukkan kekuatan musik untuk menjembatani budaya dan memupuk persatuan. Nada-nada angklung yang menggema tidak hanya menampilkan keindahan warisan Indonesia, namun juga memberikan pengalaman unik dan memperkaya bagi beragam penonton yang hadir.

Ketika melodi Bengawan Solo dan Ue Wo Muite Arukou bergema di seluruh area festival, menjadi jelas bahwa penampilan PPI-Gifu tidak hanya menjalankan misi Persatuan Pelajar Indonesia-Jepang (PPIJ) dalam memprakarsai kebudayaan Indonesia di Jepang saja—ini adalah perayaan keberagaman, pertukaran budaya, dan bukti keharmonisan diatas perbedaan.

Dalam semangat Gidaisai, partisipasi PPI-Gifu menjadi pengingat bahwa, apapun latar belakang kita, musik memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang, menumbuhkan pemahaman, apresiasi, dan kegembiraan.

Penulis: Adityawan Sigit

Tim Angklung PPI Gifu Tampil Memukau di ajang International Month Gifu University

Pada hari Rabu tanggal 18 Oktober 2023 bertempat di Yanagido Hall Gifu University, kurang lebih sekitar 40 orang hadir dalam acara yang bertajuk Indonesian culture session yang diselenggarakan oleh International General Affairs Office, International Engagement Division, Student Affairs Department Gifu University. Acara ini merupakan salah satu dari berbagai rentetan acara pada International Month tahun ini. Menariknya, Indonesia menjadi satu-satunya negara asing yang diminta untuk memeriahkan acara tahunan tersebut. Mereka yang hadir pada kesempatan kali ini berasal dari kalangan dosen, staff universitas, beberapa mahasiswa asing dan seluruh mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Gifu University.

Acara dibuka dengan presentasi dari Assistant Professor Suzuki Yoshitake dari Department of Special Needs Education, Faculty of Education. Yang menariknya, saat ini beliau sedang meneliti angklung sebagai media pembelajaran anak berkebutuhan khusus di Jepang. Pada presentasinya, beliau memperkenalkan alat musik angklung kepada para hadirin, termasuk diantaranya bahwa angklung telah terdaftar dan diakui sebagai karya agung warisan budaya lisan dan non-bendawi manusia yang berasal dari Indonesia oleh UNESCO, dan pemerintah Indonesia secara khusus memilih motif angklung dengan latar belakang Gedung Sate dalam uang logam Rp 1.000 rupiah. Bahkan fakta menarik bahwa Indonesia berhasil memecahkan Guinness World Records melalui pergelaran angklung terbesar di dunia yang diikuti oleh 15.110 orang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, serta Google pernah menampilkan angklung sebagai doodle mereka pada 16 November 2022 lalu. Tak lupa Suzuki-sensei mengucapkan apresiasi kepada tim angklung PPI Gifu yang selalu aktif tampil dalam berbagai event di dalam dan di luar kampus, bahkan sampai pernah diliput koran dan televisi Jepang.

Selanjutnya giliran Wingki Mey Hendra sebagai perwakilan dari PPI Gifu melakukan presentasi memperkenalkan Indonesia kepada hadirin, mulai dari letak geografis, pakaian Batik, makanan, sampai fauna khas Indonesia. Dalam sesi tersebut, Wingki beberapa kali melontarkan pertanyaan kepada hadirin untuk menebak nama makanan dan nama fauna khas Indonesia yang muncul pada layar proyektor. Para hadirin terlihat sangat antusias mendengar pemaparan yang interaktif dari Wingki.

Acara dilanjutkan dengan workshop memainkan angklung dipimpin oleh Adityawan Sigit. Seluruh hadirin yang hadir masing-masing diberi satu buah angklung dan diminta untuk memainkan angklung sesuai dengan instruksi yang diberikan Adit. Seluruh hadirin yang ada sangat antusias dan menikmati permainan angklung tersebut. Beberapa lagu berhasil dimainkan bersama-sama oleh para tamu yang hadir, dan salah satu lagu tersebut adalah lagu Original Soundtrack kartun Doraemon.

Kemudian tiba giliran tim angklung PPI Gifu untuk unjuk gigi di depan audience. Dengan memakai pakaian batik dan bawahan hitam, tim angklung PPI Gifu mulai membentuk barisan di depan para hadirin, dimulai dengan salam dan petikan gitar akustik yang diiiringi oleh Abram Anggit Mahadi, suara angklung pun membahana di seantero ruangan Yanagido hall. Total ada 4 lagu yang dimainkan oleh rekan-rekan tim Angklung PPI Gifu antara lain: Ibu Kita Kartini, Can’t Help Falling in Love by Elvis Presley, A Sky Full of Stars by Coldplay dan diakhiri dengan sebuah lagu jepang berjudul “Ue O Muite Arukō” yang populer diyanyikan oleh Kyu Sakamoto.

Tepuk tangan yang meriah dan tatapan puas dari penonton mengiringi akhir penampilan tim angklung PPI Gifu. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama tim Angklung dengan seluruh penonton yang hadir pada acara tersebut. Dengan demikian, salah satu tujuan Persatuan Pelajar Indonesia yaitu memprakarsai pengenalan budaya Indonesia di luar negeri telah tercapai melalui acara ini. PPI Gifu Jaya untuk Negeri.

https://www.gifu-u.ac.jp/en/news/news/2023/11/entry02-12791.html

Penulis : Ahmad Ulliyadhi Satria Raharja

Editor : Adityawan Sigit