Universitas Gifu memiliki nilai plus yang sangat istimewa jika dikaitkan dengan Ramadhan, yaitu kehadiran masjid Gifu yang lokasiya sangat dekat dengan kampus. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi seluruh umat muslim yang sangat menantikan hadirnya bulan ini beserta segala ibadah yang nilainya dilipatgandakan. Masjid yang menjadi center kegiatan ini tentu saja menambah nilai emosional bagi yang menjalankan ibadah. Masjid iniliah yang biasanya menjadikan suasana Ramadhan sangat hangat dan mennghadirkan rasa kekeluargaan yang erat, walaupun jama’ah berasal dari berbagai negara, namun hadirnya tempat ibadah yang sangat nyaman di tengah-tengah lingkungan yang notabene bukan mayoritas muslim, menjadikan kewarganegaraan hanyalah sebatas nama.
Namun, ada yang berbeda dengan Ramadhan tahun ini. Biasanya, setiap hari selama bulan ramadhan, ada iftar bersama. Saling sapa, senyum dan cerita menjadi pengobat rindu akan keluarga dan kampung halaman. Suasana itu tidak didapatkan pada tahun ini. Hadirnya pandemi yang dirasakan di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali Gifu, memaksa segala macam bentuk kegiatan yang melibatkan banyak orang, harus ditiadakan. Kesedihan, wajar jika juga dirasakan oleh kami yang tinggal di prefektur ini. Tetapi tetap berharap, dan pastinya tetap yakin bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala mempunyai skenario yang paling indah.
Ada banyak cara untuk mencoba “mengobati” diri sendiri, salah satunya berbagi cerita bersama teman dan orang-orang yang sudah lama menetap di negara ini. Ternyata, dibalik kesedihan yang dirasakan, ada kenikmatan lain yang diperoleh. Bagi yang sudah berkeluarga, kesempatan untuk sholat berjamaah setiap waktu bersama keluarga menjadi kebahagiaan tersendiri. Pun anak-anak yang biasanya tetap masuk sekolah, pada Ramadhan tahun ini, diliburkan karena pandemi. Keluhan-keluhan lelah yang biasanya mereka luapkan sepulang sekolah saat melaksanakan ibadah puasa, tidak terdengar tahun ini. Banyak juga yang selama ini merasa berat dalam mengkhatamkan Al-quran, di Ramadhan tahun ini menjadi hal yang sangat ringan dilakukan. Semoga latihan perbaikan rutinitas yang telah kita upayakan ini, meski sulit dapat memberikan pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, apresiasi baru dalam segala hal, kesempatan dan kelapangan gerak yang selama ini kita miliki akan lebih kita rasakan nantinya.
Penulis: Aznelya Susila H. (WNI yang tinggal di Gifu)
Editor: Yunalia Muntafi

