PPI Gifu kembali dipercaya untuk menampilkan kebudayaan Indonesia di kota Gifu, Jepang. Kali ini para mahasiswa dari Indonesia yang sedang melaksanakan study di Gifu diminta untuk menampilkan tarian dan lagu dalam “Gifu Asia Film Festival”. Acara ini sendiri merupakan rangkaian pemutaran beberapa film dari negara-negara Asia di 岐阜市文化センター / Gifu shi Bunka centaa atau Gifu City Cultural Centre yang diselenggarakan sejak 1 November 2014 dan berakhir pada 7 Desember 2014. Khusus untuk pemutaran film Indonesia dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Desember 2014 pada pukul 14.00 dan 19.00 JST. Film yang diputar berjudul “The Mirror Never Lies” yang mengambil cerita fiksi kehidupan suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Adapun penampilan PPI Gifu sendiri dilaksanakan setelah pemutaran film pertama atau sekitar pukul 15.50 selama kurang lebih 20 menit. Kebudayaan yang ditampilkan berupa tarian Kreasi Saman dari Aceh, Lagu Cogok Mancogok dari Minang serta Tari Piring yang juga berasal dari Minang. Penampilan ini cukup memukau para penonton yang hadir di Pusat Kebudayaan Kota Gifu tersebut, khususnya yang pada akhir acara ditutup dengan Tari Piring yang menampilkan sang penari menginjak-injak pecahan piring serta pemecahan piring oleh semua penari. Selama penampilan PPI Gifu, juga disampaikan sedikit pengenalan mengenai arti atau makna dari masing-masing tarian dan lantuan lagu tersebut dalam bahasa Jepang.




Kreasi Saman (Antoni Pardede, Ali Rahmat, M. Irwan Laming, Sofa Nur Azizah, Uzami Hamzah, Farrah Fadhillah Hanum, Yenni Trianda, Rahma Yanda, Oksil Venriza, Iqhfal Lukman, Dwi Priyo Ariyanto) dibantu musik (Saat Egra, Weny Zuwirna, Fajar Suryantoro)
Lagu Cogok Mancogok (Oksil Venriza, Weny Zuwirna, Iqhfal Lukman)
Tari Piring (Oksil Venriza, Yenni Trianda, Iqhfal Lukman)
MC / Pemandu acara (Fajar Suryantoro, Edwina Zainal)
(dpa@20141207)

