Dari PPI Gifu InsyaAlloh akan menyelenggarakan MOMIJI (Melihat Daun Khas di Musim Gugur) pada tanggal 7 November 2015 (Hari Sabtu) di Hyakunen Kouen (百年公園). Tempat kumpul di Kaikan Gifu Daigaku, pukul 8 Pagi.
Yang ada waktu dan berkenan untuk ikut, mohon untuk mengisi form keikutsertaan dibawah ini:
Gifu, 17 Juli 2015. Hari Jumat minggu ketiga pada bulan Juli 2015 merupakan Hari Kemenangan Umat Islam Seluruh Dunia karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H. Dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati, kami dari seluruh Pengurus PPI Gifu Periode 2015-2016 Memohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga amalan baik yang kita lakukan di bulan-bulan lalu terutama bulan Ramadhan diterima Allah SWT dan kedepan kita menjadi pribadi yang terus belajar dan berubah kearah yang lebih baik. Amin
PPI Gifu dan segenap keluarga Indonesia
Berlebaran ditanah rantau nan jauh merupakan hal berat bagi sebagian orang yang terbiasa berlebaran dengan keluarga dan sahabat di kampung halaman. Namun gejolak rindu itu bisa diredam dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan bersilaturahmi dengan sesama perantau juga, maka dari itu Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Gifu melaksanakan Halal Bi Halal untuk seluruh warga Indonesia yang berada di Gifu dan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan inisiatif baik dari para pelajar & warga Indonesia di Gifu yang ingin merasakan atmosfer lebaran sama seperti halnya di Tanah Air Ibu Pertiwi Indonesia. Kesuksesan kegiatan ini tak terlepas dari persiapan yang matang yang dikoordinatori oleh tim sukses bidang konsumsi dan para jawara masak (Ibu-ibu dan Bapak-bapak, sekelompok para pria dan wanita yang belum berkeluarga dan ingin berkeluarga).
Sholat Ied di Gifu dimulai pada pukul 9 pagi dengan di lanjutkan dengan Khotbah, ada pula undangan Open House oleh Bapak Fauzi dan Keluarga. Kemudian disore hari Halal Bi Halal Warga Indonesia mulai dipersiapkan mulai pukul 4 sore yang bertempat di Hall Room Yanagido Kaikan Gifu University. Tepat pukul 05.45 acara dibuka dengan ucapan Bismillah yang dimoderatori oleh Sdr. Egra kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dibacakan oleh Sdr. Iqfal. Sambutan yang langsung disampaikan oleh Ketua PPI Gifu Sdr. Zuhud Rozaki, “saya selaku ketua PPI Gifu Periode 2015-2016 mohon maaf apabila ada salah kata dan tingkah yang kurang menyenangkan selama ini, sekaligus saya ingin pamit InsyaAllah besok saya akan bertolak ke Tanah Air untuk melangsungkan pernikahan dengan pujaan hati saya Sdr. Sofa”, seketika suara ruangan bersorak riang mendengar kabar bahagia ini. “demikian sambutan dari saya, dan saya juga mohon doa restunya dari kawan-kawan sekalian” zuhud mengakhiri sambutannya. Selepas dari itu banyak saudara dan kerabat yang menyampaikan selamat kepada beliau. Kemudian acara dilanjutkan dengan makan-makan bersama dan diakhiri dengan saling membungkuskan makanan yang tersisa untuk dibawa pulang dan Foto Bersama.Writter:SE
Mbak Firda “pipin” Furqoni bersama Ghaida bermain bersamaBang Aldi dan Kak Ayu bersama dengan putra tercinta FatihIni baru sebagian keluarga Indonesia yang ada di Gifu. kalau pada ngumpul, bakal membludak.Akhwat pada cerah semua. berdoa demi masa depan lebih baik dipimpin akhi Iqfal.Makanan ini didatangkan langsung dari dapur masing-masing keluarga. berbagai macam jenis makanan ada. mulai dari semangka sampai sop tulang. woowDi Hari Kemenangan harus diisi dengan silaturahmi dan keceriaan. dapat peace dari kak Ayu. yang dibelakang manyun.Sambutan Ketua Umum PPI Gifu Per. 15/16Saling bercengkrama antara keluarga IndonesiaIni cerita kami dari PPI Gifu. bagaimana ceritamu..???
Hello Gifu Hello World (HGHW) merupakan sebuah event tahunan yang diselenggarakan oleh Gifu International Associaton (GIA). Tahun ini merupakan edisi yang ke-27, berlangsung pada tanggal 21 Juni 2015 di CINEX Yanagase GIfu (わくわく広場-柳ヶ瀬高島屋前). Acara tahun ini bertepatan dengan peringatan 400 tahun pertukaran budaya Jepang-Spanyol sehingga budaya Spanyol menjadi suguhan utama. Bahkan seorang bintang tamu didatangkan khusus dari luar kota untuk menghibur para pengunjung.
Pamflet HGHW 2015 (Depan)Pamflet HGHW 2015 (Belakang). Penampilan PPI Gifu dimulai pada pukul 13:20.Opening ceremony
Selain Spanyol, pengunjung juga bisa menikmati peanmpilan budaya dari Perancis, Peru dan tentu saja Indonesia. Ada juga penampilan drum tradisional (taiko), Flamenco dan tari perut (Belly dance).
Kelompok drum tradisional Jepang (Taiko)Flamenco
Karena HGHW tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadahan, teman-teman PPI Gifu memutuskan untuk tidak menampilkan tarian yang cukup meguras energi, namun ‘hanya’ mempersembahkan dua buah lagu, yaitu sebuah lagu Jepang (Mirai He) dan lagu tradisional dari Sumatera Barat (Ayam Den Lapeh).
Lagu Jepang, Mirai He, yang isinya tentang menatap masa depan yang cerah.Ayam Den Lapeh, lagu bertempo cepat dari Sumatera Barat.
Tidak hanya penampilan budaya, pengunjung juga memiliki kesempatan untuk lebih mengenal berbagai negara dengan mengunjungi sejumlah stand yang ada. Tidak sekedar pengalaman visual, di event ini kita bisa mencicipi makanan, minuman dan obat tradisional (sejenis jamu); mencoba pakaian tradisional India (sari) dan Mongol; memainkan alat musik tradisional dan berkenalan serta berdiskusi dengan warga asing dari berbagai negara.
Stand Indonesia di HGHW 2015.
Ada juga stand Gifu Japan China Association yang memberi kesempatan pada pengunjung untuk mencari tahu bagaimana nama mereka jika ditulis dengan kanji China. Bagi orang jepang yang namanya memang menggunakan huruf kanji, mereka akan memberi tahu bagaimana bacaan kanji tersebut dalam bahasa China termasuk arti yang mungkin berbeda dengan arti dalam bahasa Jepang.
Nama dengan Kanji China
PPI Gifu tetntu saja tidak ketinggalan dengan membuka stand yang menampilkan pakaian tradisional seperti batik dan baju minang, informasi tertulis tentang indonesia dalam bahasa Inggris dan jepang, seperangkat angklung yang cukup menarik minat pengunjung serta menjual aksesoris buatan tangan yang dikirim langsung dari Indonesia.
Stand Indonesia beserta para penjaganya yang manis dan ramah.
Cukup banyak pengunjung yang datang dan melihat-lihat informasi tentang indonesia yang disediakan dan bertanya lebih jauh tentang Indonesia, beberapa bahkan mengutarakan keinginannya untuk bisa berkunjung ke Indonesia.
Foto bersama pengunjung…Foto bersama pengunjung…
Angklung menjadi salah satu daya tarik khusus karena suara yang dihasilkan cukup menarik, pengunjung juga diberi kesempatan untuk memainkannya. Mereka terlihat cukup senang dan menikmati pengalaman tersebut, khususnya anak-anak yang mencoba memainkan angklung dengan beberapa nada berbeda.
Aksesoris yang dijual juga cukup laris dan mendapat pujian dari pengunjung karena berkesan etnik dengan detail yang cukup rumit.
Juli 2015, Meskipun sakura sudah gugur, bulan April di Jepang masihlah musim semi atau Haru. Tiap tahunnya di musim semi Gifu Daigaku, akan mengadakan festival musim semi atau yang biasa disebut Harusai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, harusai biasanya digelar di halaman kampus gifu, dengan panggung ukuran 4 x 6 m dipersiapkan untuk penampilan baik menari maupun bernyanyi,
Panggung Utama untuk Penampilan peserta Harusai
Selain itu ada juga stand-stand yang telah berdiri dengan berbagai macam dagangannya untuk turut meriahkan harusai, tidak ketinggalan para pelajar dari Indonesia (PPI Gifu) ikut juga memeriahkan acara Harusai dengan berpartisipasi untuk membuka stand, dimana PPI Gifu menyediakan makanan khas Indonesia dan aksesoris buatan sendiri khas Indonesia. Sayang sekali, tahun ini kita tidak berkesempatan untuk tampil. Pembukaan Harusai pada hari Sabtu, 16 Mei 2015 disambut dengan turunnya hujan, tetapi walaupun hujan membasahi bumi, kita tetap semangat untuk mendirikan tenda dan menyiapkan stand dan menyiapkan masakan yang akan dijual.
Persiapan Harusai hari pertama, tendanya harus didirikan sendiri. Meskipun hujan tetap Semangat. みんな頑張ってるね。。。Para punggawa tenda berbagi tugas dalam menyiapkan sajian jualan
Setelah tenda dibangun, Kak Didi dengan baik hati menawarkan sarapan Risoles Pisang Coklat kepada kita semua, sehingga menambah semangat pagi dalam memulai aktivitas. Harusai kali ini, PPI Gifu menyiapkan Mie Ayam buatan Babe Ali dan Risoles Sayur buatan Kak Didi. Mmmm Syedaaap,,, Harga satu buah risoles dijual 100 ¥ per buah dan Mie Ayam dijual dengan harga 500 ¥ per porsi. Risoles buatan Kak Didi sangatlah laris manis, hari itu jam belum belum menunjukkan pukul 12.00 WGJ (waktu gifu jepang) risoles sudah terjual lebih dari setengahnya, tidak hanya laris dibeli oleh para pelajar Indonesia yang kelaparan saat menjaga stand tetapi tentunya juga laris dibeli oleh para pelajar Jepang dan negara lain, malah ada sampai yang membelinya tiga kali berturut-turut ada yang membeli sampai tiga, bahkan lima biji dan juga para warga Jepang ditantang untuk memakan risoles menggunakan saus sambal yang super pedas. Tidak kalah dengan risoles, Mie Ayam juga terjual laris manis, Para Warga Jepang ditantang untuk memakan Mie Ayam menggunakan saus sambal pedas, atau menggunakan kecap manis. Ternyata, banyak yang memilih untuk memakan Mie Ayam menggunakan kecap manis daripada yang menggunakan sambal pedas. Sampai Harusai hari pertama berakhir, ada pengunjung yang bertanya risoles masih akan dijual esok hari atau tidak, karena ia telah kehabisan risoles.
Ini penampakan Mie ayam sebelum bercampur dengan kuahnya.Mbak Pipin (Pj Harusai) menyemangati teman-teman dengan berbagai cara, mungkin ini salah satu caranya
Kemudian, di hari kedua Minggu 17 Mei 2015, para pelajar Indonesia sepakat untuk menggunakan batik sebagai dress code di hari kedua ini. Mie Ayam dan Risoles terjual lebih cepat daripada hari pertama, karena saking tidak sabarnya para pembeli menantikan masakan buatan Indonesia ini. Biarpun tahun ini Indonesia tidak ikut memeriahkan pentas, tetapi pelajar Indonesia tetap semangat mengikuti acara, dengan ikut bergembira dan berjoged bersama di bawah arahan Kak Yana.
Hari Kedua dengan kain kebanggaan, Batik dress.
Penutupan Harusai ditutup dengan, permainan BINGO. Semua yang hadir diberikan kartu bingo oleh panitia, dan dengan penuh keyakinan kami semua ikut bermain berharap salah satu diantara pelajar Indonesia bisa mendapatkan hadiah. Hadiah pertama gagal, kedua gagal, ketiga gagal, keempat gagal juga sampai di hadiah terakhir, tidak satupun dari kami yang berhasil membuat satu garis dan BINGO. yah.. belum rezeki mungkin bagi kami semua. Akhir kata, Terima Kasih kepada semua keluarga Indonesia dan para pelajar Indonesia yang ada di Gifu telah berpartisipasi dalam acara harusai ini. Semoga kedepannya PPI Gifu semakin mantap dan kompak. AYE! Writter:Firda furqoni
Gifu, Mei 2015, Persatuan Pelajar Indonesia di Gifu, Jepang, baru saja melalui salah satu hal terpenting dalam organisasi yaitu pertanggung jawaban Pengurus PPI Gifu periode 2014/2015 dan menunjuk pimpinan atau ketua baru PPI Gifu periode 2015/2016. Setelah melalui proses panjang dalam pemungutan suara terpilihlah saudara Zuhud Rozaki sebagai nahkoda PPI Gifu Periode 2015/2016 atau selama satu tahun periode. Menindak lanjuti hasil musyawarah tersebut tentu roda organisasi harus terus berjalan. Dalam memulai dan mengawali perjalanan organisasi kedepan dan sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi antara seluruh warga Indonesia yang berada di sekitar Gifu maka dilaksanakan lah kegiatan Hanami dan rapat kerja untuk membahas kegiatan selama satu tahun kedepan. Hanami merupakan suatu bentuk kegiatan atau budaya orang jepang dalam rangka untuk menikmati keindahan pohon sakura bersama keluarga ataupun kerabat dekat dan biasanya dilaksanakan hanya setahun sekali yaitu saat pohon sakura sedang bermekaran. Tidak ingin melewati keindahan dan budaya jepang, PPI Gifu menyatukan kegiatan hanami ini dengan pembahasan program kerja dan silaturahmi bersama keluarga Indonesia yang berada di Kota Gifu.
Dalam persiapan program Hanami ini tidak mengalami hambatan berarti, karena setiap permasalahan selalu diselesaikan dengan musyawarah dan saran yang sangat membangun. Jumlah yang bergabung dalam kegiatan ini sebanyak lebih dari 35 orang termasuk anggota keluarga para pelajar yang sedang menempuh pendidikan. Mobil yang digunakan berjumlah 8 mobil termasuk 1 sewa.
Hanami ini dilaksanakan pada hari minggu ke tiga bulan april meskipun sakura telah gugur tetapi tidak menyurutkan semangat para gifuers untuk bersilaturahmi. Kegiatan kali ini diadakan di Kisosansen atau biasa disebut dengan Taman Tulip. Rapat kerja PPI Gifu Periode 2015/2016 ini dimulai pada pukul 11.00 pagi dan berakhir jam 13.00 siang waktu jepang. Pembahasan yang dilakukan adalah susunan pengurus yang sebelumnya telah ditetapkan PH oleh ketua terpilih, tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kerja, rencana program kerja setiap bidang selama satu tahun kedepan, penyusunan schedule kegiatan selama setahun, program rekomendasi musyawarah dan penagihan uang kas. Rapat kerja kali ini disponsori oleh pada gifuers yang baik hati masak dari rumah dan saling berbagi dengan yang lain.
Persiapan, berkumpul di Kaikan jam 8 pagiPembahasan Program KerjaPenyerahan Laporan Pertanggungjawaban dari Pengurus sebelumnyaPara Keluarga Pelajar yang turut meriahkan HanamiPenyampaian Rencana Kerja Oleh Bang Oksil
Perjalanan kepengurusan kedepan merupakan tantangan bersama, keberhasilan pencapaian dalam setiap kegiatan bukan lah hasil dedikasi dari satu atau dua orang, tapi kesolidan para pelajar dan keluarga pelajar Indonesia di Kota Gifu. Karena keberhasilan hanya kita yang bisa tentukan.
Penyampaian pendapat oleh Pak AsepBergembira hahahaPembahasan belum selesai, makannya udah tinggal seperlima piringini penampakan lokasiraker, Kisosansen