Hello Gifu Hello World (HGHW) merupakan sebuah event tahunan yang diselenggarakan oleh Gifu International Associaton (GIA). Tahun ini merupakan edisi yang ke-27, berlangsung pada tanggal 21 Juni 2015 di CINEX Yanagase GIfu (わくわく広場-柳ヶ瀬高島屋前). Acara tahun ini bertepatan dengan peringatan 400 tahun pertukaran budaya Jepang-Spanyol sehingga budaya Spanyol menjadi suguhan utama. Bahkan seorang bintang tamu didatangkan khusus dari luar kota untuk menghibur para pengunjung.



Selain Spanyol, pengunjung juga bisa menikmati peanmpilan budaya dari Perancis, Peru dan tentu saja Indonesia. Ada juga penampilan drum tradisional (taiko), Flamenco dan tari perut (Belly dance).


Karena HGHW tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadahan, teman-teman PPI Gifu memutuskan untuk tidak menampilkan tarian yang cukup meguras energi, namun ‘hanya’ mempersembahkan dua buah lagu, yaitu sebuah lagu Jepang (Mirai He) dan lagu tradisional dari Sumatera Barat (Ayam Den Lapeh).


Tidak hanya penampilan budaya, pengunjung juga memiliki kesempatan untuk lebih mengenal berbagai negara dengan mengunjungi sejumlah stand yang ada. Tidak sekedar pengalaman visual, di event ini kita bisa mencicipi makanan, minuman dan obat tradisional (sejenis jamu); mencoba pakaian tradisional India (sari) dan Mongol; memainkan alat musik tradisional dan berkenalan serta berdiskusi dengan warga asing dari berbagai negara.

Ada juga stand Gifu Japan China Association yang memberi kesempatan pada pengunjung untuk mencari tahu bagaimana nama mereka jika ditulis dengan kanji China. Bagi orang jepang yang namanya memang menggunakan huruf kanji, mereka akan memberi tahu bagaimana bacaan kanji tersebut dalam bahasa China termasuk arti yang mungkin berbeda dengan arti dalam bahasa Jepang.
Nama dengan Kanji China
PPI Gifu tetntu saja tidak ketinggalan dengan membuka stand yang menampilkan pakaian tradisional seperti batik dan baju minang, informasi tertulis tentang indonesia dalam bahasa Inggris dan jepang, seperangkat angklung yang cukup menarik minat pengunjung serta menjual aksesoris buatan tangan yang dikirim langsung dari Indonesia.

Cukup banyak pengunjung yang datang dan melihat-lihat informasi tentang indonesia yang disediakan dan bertanya lebih jauh tentang Indonesia, beberapa bahkan mengutarakan keinginannya untuk bisa berkunjung ke Indonesia.


Angklung menjadi salah satu daya tarik khusus karena suara yang dihasilkan cukup menarik, pengunjung juga diberi kesempatan untuk memainkannya. Mereka terlihat cukup senang dan menikmati pengalaman tersebut, khususnya anak-anak yang mencoba memainkan angklung dengan beberapa nada berbeda.
Aksesoris yang dijual juga cukup laris dan mendapat pujian dari pengunjung karena berkesan etnik dengan detail yang cukup rumit.
#*# _ BERSAMBUNG KE HALAMAN 2 (Foto-foto) _ #*#


