Penampilan PPI Gifu pada Acara Joint Meeting GU-GCEE

Tidak hanya berjaya dengan beberapa penampilan di luar kampus, PPI Gifu juga menerima tawaran untuk memperkenalkan Indonesia dalam sebuah event bertaraf international yang diselenggarakan dalam lingkungan Gifu University. Kali ini tim kesenian PPI Gifu berkesempatan untuk mengibur sejumlah delegasi dari 25 Universitas dalam acara 1st Annual Joint Meeting GU-GLEE (Gifu University – Global Environment and Energy Course) yang dilaksanakan pada tanggal 17-18 Desember 2014. Acara ini diprakarsai oleh Graduate School of Engineering, Gifu University bekerja sama dengan sejumlah Universitas dari beberapa negara termasuk Australia, Amerika, Brazil, Brunei, China, Kenya, Korea, India, Hungaria, Malaysia,  Myanmar, Timor Timur dan tentu saja Jepang serta Indonesia. GU-GLEE merupakan program baru dari Gifu University untuk menjaring mahasiswa potensial dengan menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dari seluruh dunia. Melalui program ini diharapkan semakin banyak mahasiswa international yang akan menempuh pendidikan di Gifu utamanya dalam bidang yang berhubungan dengan Lingkungan dan Energi.

Pada kesempatan kali ini PPI Gifu menampilkan tari Saman kreasi dan lagu Ayo mama yang dibawakan secara akustik dengan iringan gitar dan angklung.

Berfoto sebelum penampilan.
Berfoto sebelum penampilan.
DSC_0604_1
Bersiap-siap untuk Ayo Mama…
Tim tari Saman kreasi in action...
Tim tari Saman kreasi in action… (Part 1)
DSC_0626_1
Tim tari Saman kreasi in action… (Part 2)

Tim tari Saman kreasi in action... (Part 3)

Tim tari Saman kreasi in action… (Part 3)

DSC_0661_1
Tim tari Saman kreasi in action… (Part 4)
DSC_0664_1
Senyum lega setelah tampil…

 @mil_04/03/2015

Gifu Asia Film Festival 2014

PPI Gifu kembali dipercaya untuk menampilkan kebudayaan Indonesia di kota Gifu, Jepang. Kali ini para mahasiswa dari Indonesia yang sedang melaksanakan study di Gifu diminta untuk menampilkan tarian dan lagu dalam “Gifu Asia Film Festival”. Acara ini sendiri merupakan rangkaian pemutaran beberapa film dari negara-negara Asia di  岐阜市文化センター / Gifu shi Bunka centaa atau Gifu City Cultural Centre yang diselenggarakan sejak 1 November 2014 dan berakhir pada 7 Desember 2014. Khusus untuk pemutaran film Indonesia dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Desember 2014 pada pukul 14.00 dan 19.00 JST. Film yang diputar berjudul “The Mirror Never Lies” yang mengambil cerita fiksi kehidupan suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Adapun penampilan PPI Gifu sendiri dilaksanakan setelah pemutaran film pertama atau sekitar pukul 15.50 selama kurang lebih 20 menit. Kebudayaan yang ditampilkan berupa tarian Kreasi Saman dari Aceh, Lagu Cogok Mancogok dari Minang serta Tari Piring yang juga berasal dari Minang. Penampilan ini cukup memukau para penonton yang hadir di Pusat Kebudayaan Kota Gifu tersebut, khususnya yang pada akhir acara ditutup dengan Tari Piring yang menampilkan sang penari menginjak-injak pecahan piring serta pemecahan piring oleh semua penari. Selama penampilan PPI Gifu, juga disampaikan sedikit pengenalan mengenai arti atau makna dari masing-masing tarian dan lantuan lagu tersebut dalam bahasa Jepang.

GAFF 2
Selain memandu, MC juga menjelaskan makna tarian dan lagu yang ditampilkan dalam Gifu Asia Film Festival 2014
GSFF 1
Penampilan Tari Kreasi Saman oleh PPI Gifu-Jepang
GAFF 3
Lagu Cogok Mancogok (dari Minang) yang dilantunkan oleh tiga orang anggota PPI Gifu-Jepang
GSFF 4
Penampilan Tari Piring oleh 3 anggota PPI Gifu

Kreasi Saman (Antoni Pardede, Ali Rahmat, M. Irwan Laming, Sofa Nur Azizah, Uzami Hamzah, Farrah Fadhillah Hanum, Yenni Trianda, Rahma Yanda, Oksil Venriza, Iqhfal Lukman, Dwi Priyo Ariyanto) dibantu musik (Saat Egra, Weny Zuwirna, Fajar Suryantoro)

Lagu Cogok Mancogok (Oksil Venriza, Weny Zuwirna, Iqhfal Lukman)

Tari Piring (Oksil Venriza, Yenni Trianda, Iqhfal Lukman)

MC / Pemandu acara (Fajar Suryantoro, Edwina Zainal)

 

(dpa@20141207)

Penampilan Seni Budaya di Jigouji Gifu-shi

Pada tanggal 27 September 2014, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Gifu – Jepang kembali dipercaya untuk memberikan suguhan kebudayaan pada ajang Gifu Art Forum yang memperkenalkan Seni Budaya Indonesia di Jouguji, Kota Gifu, Jepang. Acara ini merupakan rangkaian pengenalan budaya Indonesia berupa gamelan, batik, wayang dan sebagainya. Salah satunya adalah penampilan kebudayaan yang dipersembahkan oleh anggota PPI Gifu.
PPI Gifu – Jepang dalam hal ini menampilkan beberapa kebudayaan yang berupa tari kreasi Gatotkaca yang berasal dari Jawa Tengah, Tari Rantak dari tanah Minang. Selain itu juga ada persembahan lagu Bengawan Solo baik dalam bahasa Indonesia dan versi bahasa Jepang-nya serta lagu Cogok Mancogok yang berasal dari Minang. Pada hari tersebut juga terdapat penampilan gamelan dibawakan oleh grup dari masyarakat Jepang yang dilaksanakan sebelum penampilan dari PPI Gifu. Penampilan PPI Gifu sendiri dimulai pada pukul 16.00 dan berlangsung selama kurang lebihb 40 menit.
Selain penampilan kebudayaan tersebut, PPI Gifu juga menyajikan stand yang menjual makanan khas Indonesia berupa Bakwan goreng dan Tempe goreng. Kedua makanan ini ternyata laris dibeli oleh pengunjung dalam acara tersebut, bahkan hingga berakhirnya acara tersebut, beberapa pengunjung tidak bisa merasakan masakan tersebut karena sudah habis terjual.
Setelah selasai acara, PPI gifu dilanjutkan ramah tamah dengan panitia penyelenggara. Dalam sesi ini, selain dilangsungkan makan malam bersama serta diskusi, juga diperkenalkan tari Indang. PPI Gifu dan panitia juga masing-masing menyanyikan lagu kebangsaannya.
Leaflet Jugoji
Leaflet mengenai rangkaian acara Gifu Art Forum 2014
DSC_0002
Stand PPI Gifu yang menjual Bakwan dan Tempe Goreng
DSC_0007
Bakwan Goreng yang disajikan dalam acara Gifu Art Forum 2014
DSC_0011
Proses penggorengan Bakwan yang juga disajikan dalam stand PPI Gifu
DSC_0036
Perkenalan anggota PPI Gifu yang menampilkan kebudayaan Indonesia di Gifu Art Forum 2014
DSC_0060
Penampilan lagu Cogok Mancogok
DSC_0053
Tari Kreasi Gatotkaca dari Jawa Tengah yang disajikan oleh salah seorang anggota PPI Gifu
DSC_0128
Para peserta anggota PPI Gifu setelah tampil di Jougoji Gifu – Jepang
DSC_0204
Penampilan Tari Indand di hadapan panitia dalam acara ramah tamah
 
(dpa@20141107)

Gidaisai (岐大際) 2014

Setiap tahun pada akhir pekan pertama bulan November, Gifu University mengadakan sebuah hajatan besar yang disebut Gidaisai (岐大際・ぎだいさい) atau Gifu University Festival. Tahun 2014 ini merupakan edisi ke 66 yang berlangsung pada tanggal 1-2 November 2014. Acaranya bermacam-macam, mulai dari pertandingan olahraga, presentasi ilmiah, bazaar makanan dan barang bekas (flea market) serta penampilan dari berbagai perkumpulan/circle atau klub mahasiswa di Gifu University.

Tahun ini PPI Gifu juga ikut serta dengan membuka warung makanan Indonesia serta berencana menampilkan beberapa lagu dan tari, antara lain tari Saman kreasi, tari Piring, lagu Ayo Mama dan Ayam Den Lapeh yang akan ditampilkan akusitik dengan iringan gitar dan Angklung, serta lagu Jepang yang berjudul ‘Himawari No Yokusoku’. Sayangnya cuaca pada hari Sabtu yang menjadi jadwal tampil PPI tidak mendukung. Sepanjang hari hujan turun cukup deras sehingga tidak memungkinkan untuk tampil di panggung.

Akhirnya, teman-teman fokus pada stand yang menyajikan makanan Indonesia, seperti Bakso, Nasi Goreng Bakwan, Risoles, Tempe Goreng dan Kroket. Hujan di hari pertama membuat pengunjung malas datang, untungnya hari kedua sangat cerah dan semua barang laris terjual, bahkan warung terpaksa di tutup sebelum waktunya.

Persiapan stand di pagi hari
Persiapan stand di pagi hari.
Tetap semangat walaupun sempat gerimis..
Tetap semangat walaupun sempat gerimis..
Mencoba Kimono sambil mempromosikan makanan Indonesia
Mencoba Kimono sambil mempromosikan makanan Indonesia
Sebagian pengunjung yang datang dan menikamati makanan Indonesia.
Sebagian pengunjung yang datang dan menikmati makanan Indonesia.

@mil_15/12/2014

Spring Festival Gifu University 2014

Acara ini merupakan acara yang relatif baru di lingkungan Gifu University dan PPI Gifu, berbeda dengan 岐大際 (ぎだいさい) Gifu University Festival yang telah memasuki tahun ke 66, 春際(はるさい) Spring Festival sepertinya tidak diadakan secara rutin. Acara ini berlangsung pada tanggal 17-18 Mei 2014.

Pada Kesempatan ini PPI Gifu diberi kesempatan untuk membuka stand yang menjual makanan Indonesia dan juga booth untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke warga Gifu University maupun Gifu City secara umum. Adapan makanan yang dijual cukup beragam, antara lain Bubur Kacang Hijau,  Kroket, Sala Lauk, Gado-Gado, Nasi Goreng, Tempe Goreng, Pisang Bakar dan Es Buah.

Sambutan pengunjung sangat luar biasa, bahkan pada hari kedua ada seorang pembeli yang datang sebelum stand dibuka dan rela menunggu sekitar 30 menit agar bisa menikmati tempe goreng hangat buatan rekan-rekan panitia. Atas kesabarannya, kami memutuskan untuk memberi bonus makanan lain.

Stand Indonesia di Haruisai 2014
Stand Indonesia di Haruisai 2014
Goreng-Mengoreng 'In Action'
Goreng-Mengoreng ‘In Action’

Selain stand makanan dan budaya, PPI Gifu juga memperoleh kesempatan untuk tampil di panggung dan mempersembahkan beberapa penampilan. Kali ini kami menampilkan Lagu Rambaian Taduang,  dan Tari Indang pada hari Sabtu, 17 Mei.

Duet 'Maut', Iqhfal dan Weny dengan lagu 'Rambaian Taduang.'
Duet ‘Maut’, Iqhfal dan Weny dengan lagu ‘Rambaian Taduang.’
Personil tari Indang foto bersama PIC sebelum tampil.
Personil tari Indang foto bersama PIC sebelum tampil.

Kemudian di hari kedua (Minggu, 18 Mei) menampilkan Lagu Cogok Mancogok, Tari Poco-Poco, Lagu Doraemon dan ditutup dengan Lagu Indonesia Pusaka. Penampilan terpaksa dibagi menjadi dua sesi sesuai waktu kosong yang dimiliki panitia.

Khusus Tari Poco-Poco, tidak hanya berupa penampilan tetapi juga menyertakan penonton untuk bergoyang bersama mengikuti irama lagu ‘Poco-Poco’ yang memang ceria dan menarik.

Team tari Poco-Poco, Farrah, Weny, Ira, Irwan, Ali, Iqfhal.
Tim tari Poco-Poco; Farrah, Weny, Ira, Irwan, Ali, Iqfhal.

Para penonton sangat antusias, awalnya hanya beberapa orang yang ikut serta tapi akhirnya sebagian besar penonton yang hadir ikut bergabung. Ini tak lepas dari ‘kursus singkat’ yang diberikan oleh Uda Oksil dan kehadiran rekan-rekan PPI lain yang ikut berbaur dengan penonton sekaligus menunjukkan gerakan Poco-Poco secara langsung.

Penonton pun ikut menari bersama anggota PPI Gifu.
Penonton pun ikut menari bersama anggota PPI Gifu.

Penampilan berikutnya adalah Lagu Doraemon. Doraemon merupakan sebuah karakter komik/manga Jepang yang kemudian diadaptasi menjadi film kartun/Anime. Karakter ini sangat terkenal di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan telah ada sejak lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Tidak heran cukup banyak yang punya kenangan masa kecil yang indah dengan karakter ini. Salah seorang panitia yang biasanya sibuk dengan urusan panggung bahkan tanpa sadar ikut bernyayi bersama saat anggota PPI Gifu tampil di panggung. Pengunjung lain juga ikut bernyanyi bersama dalam penampilan yang mengkombinasikan ‘Theme Song’ Doraemon dalam dua bahasa, jepang dan Indonesia. Ada juga pengunjung yang terpesona dengan salah seorang anggota PPI Gifu yang menirukan suara karakter Doraemon yang menurutnya sangat mirip dengan suara karakter aslinya.

Team Doraemon 'in action'
Team Doraemon ‘in action’

Penampilan terakhir adalah lagu Indonesia Pusaka. Berbeda dengan penampilan yang lain, suasana berubah menjadi khidmat dan patriotis serta ada kebanggaan tersendiri bagi teman-teman dalam menyanyikan lagu ini. Bagaimanapun, kami semua adalah warga Indonesia yang cinta tanah air dan selalu rindu dengan negeri tercinta. Ada kebanggan tersendiri bisa menyanyikan lagu ini di negara yang punya sejarah kelam dengan bangsa kita.

Bersama-sama menyanyikan lagi Indonesia Pusaka.
Bersama-sama menyanyikan lagi Indonesia Pusaka.

Selama penampilan dua hari ini, selalu dipandu oleh duet MC, Fajar dan Kevin. Selain memperkenalkan item-item penampilan, keduanya juga berupaya menarik dan melibatkan penonton serta mencairkan suasana yang kaku dan tegang, khususnya bagi rekan-rekan yang akan tampil di panggung.

Duet MC, Fajar dan Kevin.
Duet MC, Fajar dan Kevin.

Tentu saja masih banyak rekan lain yang ikut membantu dan berperan besar dalam kesuksesan acara ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Sebagian bisa dilihat pada foto-foto di halaman selanjutnya.