Harusai dan LauLa 2019

Festival di musim semi yang biasa diikuti oleh PPI Gifu setiap tahun antara lain adalah Harusai dan LauLa.

Harusai merupakan adalah festival musim semi yang diadakan oleh Universitas Gifu di dalam area kampus. Haru (春) dalam bahasa Jepang adalah musim semi, sementara imbuhan “-sai” dimuat untuk artian “festival”. Pada tahun 2019 ini, Harusai diadakan pada tanggal 18 Mei. Harusai merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa-mahasiswi Universitas Gifu karena mereka bisa turut serta dalam ajang penampilan kreativitas dan seni. Selain itu, mereka juga dipersilakan untuk mendirikan stand di bazaar.

Mahasiswa Indonesia, di bawah naungan PPI Gifu, selalu ikut serta dalam Harusai, dengan menampilkan tarian di panggung maupun mengadakan stan untuk berjualan dan mengenalkan budaya Indonesia. Pada Harusai tahun 2019 ini teman-teman dari PPI Gifu menampilkan Tari Payung, Tari Indang, dan juga Poco-Poco. Sementara itu, untuk stan makanan, teman-teman mahasiswa Indonesia berjualan sate padang, cireng, risoles mayo, batagor, dan juga minuman bubble tea. Mahasiswa asing yang membuka stan di bazaar tidak hanya dari Indonesia, namun juga terlihat ada stan dari mahasiswa Thailand, Vietnam maupun China. Selain menampilkan tarian dan berjualan makanan, teman-teman PPI Gifu juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menggunakan pakaian-pakaian tradisional Indonesia. 

Setelah berpartisipasi dalam Harusai di kampus Universitas Gifu pada 18 Mei 2019, PPI Gifu kemudian juga mengikuti LauLa keesokan harinya pada 19 Mei 2019. LauLa adalah sebuah acara seni budaya yang diselenggarakan oleh International Cultural and Friendship Association (ICFA) atau 国際文化友好協会 (Kokusai Bunka Yūkō Kyōkai). Asosiasi tersebut mempromosikan aktivitas-aktivitas yang bertujuan untuk mengenalkan berbagai budaya internasional. Cabang ICFA Jepang mengadakan festival yang bernama LauLa yang bertajuk “International Friendship and Peace Festival” setahun sekali di markas ICFA, yaitu di Shiojiri, Nagano. Ratusan orang dari berbagai kewarganegaraan yang tinggal di Jepang menghadiri acara ini tiap tahunnya. Kata “Laula” sendiri diambil dari kosakata bahasa Hawaii.

PPI Gifu sedikitnya mengirimkan enam belas orang untuk berangkat dari Gifu menuju Nagano untuk mengikuti gelaran LauLa 2019 kali ini. Tim PPI Gifu diantar-jemput oleh panitia LauLa pada kesempatan kali ini. Pada LauLa 2019 ini, PPI Gifu menampilkan tiga jenis tarian, yakni Poco-Poco, Tari Indang, dan Tari Payung. Poco-Poco yang ditampilkan di panggung luar (outdoor) sukses membuat peserta LauLa lainnya turut berjoget mengikuti irama dipandu oleh teman-teman dari PPI Gifu. Sementar itu, dua tarian lainnya yang ditampilkan di panggung dalam gedung (indoor) mendapatkan apresiasi yang baik dari para penonton. Acara LauLa ini tidak hanya menampilkan tarian dari berbagai negara, namun juga menampilkan pertunjukan seni musik dan gerak lainnya, seperti gerakan taichi, tabuhan gendang khas Jepang (taiko), dan nyanyian. Di samping itu, terdapat pula booth untuk menulis kanji di dalam gedung tempat acara berlangsung. Secara keseluruhan, acara yang ditampilkan pada LauLa 2019 ini hampir sama dengan yang nampak pada LauLa 2018.

Akhir kata, harapan dari segenap pengurus PPI Gifu adalah agar ke depannya, PPI Gifu dapat selalu dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang memberikan kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia seperti Harusai dan LauLa ini. Tetap semangat ya, guys.

Penulis: Adam Rus Nugroho dan Putri Wulandari Zainal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *