
Pada hari Rabu tanggal 18 Oktober 2023 bertempat di Yanagido Hall Gifu University, kurang lebih sekitar 40 orang hadir dalam acara yang bertajuk Indonesian culture session yang diselenggarakan oleh International General Affairs Office, International Engagement Division, Student Affairs Department Gifu University. Acara ini merupakan salah satu dari berbagai rentetan acara pada International Month tahun ini. Menariknya, Indonesia menjadi satu-satunya negara asing yang diminta untuk memeriahkan acara tahunan tersebut. Mereka yang hadir pada kesempatan kali ini berasal dari kalangan dosen, staff universitas, beberapa mahasiswa asing dan seluruh mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Gifu University.

Acara dibuka dengan presentasi dari Assistant Professor Suzuki Yoshitake dari Department of Special Needs Education, Faculty of Education. Yang menariknya, saat ini beliau sedang meneliti angklung sebagai media pembelajaran anak berkebutuhan khusus di Jepang. Pada presentasinya, beliau memperkenalkan alat musik angklung kepada para hadirin, termasuk diantaranya bahwa angklung telah terdaftar dan diakui sebagai karya agung warisan budaya lisan dan non-bendawi manusia yang berasal dari Indonesia oleh UNESCO, dan pemerintah Indonesia secara khusus memilih motif angklung dengan latar belakang Gedung Sate dalam uang logam Rp 1.000 rupiah. Bahkan fakta menarik bahwa Indonesia berhasil memecahkan Guinness World Records melalui pergelaran angklung terbesar di dunia yang diikuti oleh 15.110 orang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, serta Google pernah menampilkan angklung sebagai doodle mereka pada 16 November 2022 lalu. Tak lupa Suzuki-sensei mengucapkan apresiasi kepada tim angklung PPI Gifu yang selalu aktif tampil dalam berbagai event di dalam dan di luar kampus, bahkan sampai pernah diliput koran dan televisi Jepang.

Selanjutnya giliran Wingki Mey Hendra sebagai perwakilan dari PPI Gifu melakukan presentasi memperkenalkan Indonesia kepada hadirin, mulai dari letak geografis, pakaian Batik, makanan, sampai fauna khas Indonesia. Dalam sesi tersebut, Wingki beberapa kali melontarkan pertanyaan kepada hadirin untuk menebak nama makanan dan nama fauna khas Indonesia yang muncul pada layar proyektor. Para hadirin terlihat sangat antusias mendengar pemaparan yang interaktif dari Wingki.
Acara dilanjutkan dengan workshop memainkan angklung dipimpin oleh Adityawan Sigit. Seluruh hadirin yang hadir masing-masing diberi satu buah angklung dan diminta untuk memainkan angklung sesuai dengan instruksi yang diberikan Adit. Seluruh hadirin yang ada sangat antusias dan menikmati permainan angklung tersebut. Beberapa lagu berhasil dimainkan bersama-sama oleh para tamu yang hadir, dan salah satu lagu tersebut adalah lagu Original Soundtrack kartun Doraemon.
Kemudian tiba giliran tim angklung PPI Gifu untuk unjuk gigi di depan audience. Dengan memakai pakaian batik dan bawahan hitam, tim angklung PPI Gifu mulai membentuk barisan di depan para hadirin, dimulai dengan salam dan petikan gitar akustik yang diiiringi oleh Abram Anggit Mahadi, suara angklung pun membahana di seantero ruangan Yanagido hall. Total ada 4 lagu yang dimainkan oleh rekan-rekan tim Angklung PPI Gifu antara lain: Ibu Kita Kartini, Can’t Help Falling in Love by Elvis Presley, A Sky Full of Stars by Coldplay dan diakhiri dengan sebuah lagu jepang berjudul “Ue O Muite Arukō” yang populer diyanyikan oleh Kyu Sakamoto.

Tepuk tangan yang meriah dan tatapan puas dari penonton mengiringi akhir penampilan tim angklung PPI Gifu. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama tim Angklung dengan seluruh penonton yang hadir pada acara tersebut. Dengan demikian, salah satu tujuan Persatuan Pelajar Indonesia yaitu memprakarsai pengenalan budaya Indonesia di luar negeri telah tercapai melalui acara ini. PPI Gifu Jaya untuk Negeri.

https://www.gifu-u.ac.jp/en/news/news/2023/11/entry02-12791.html
Penulis : Ahmad Ulliyadhi Satria Raharja
Editor : Adityawan Sigit

