Menuju Atap Jepang – Gunung Fuji 2023

Kita seakan cepat berlari mengejar mimpi, sampai lupa menikmati waktu, lupa bahwa orang-orang disekitar kita tak kan selamanya ada, mungkin mimpi bukan untuk dikejar, dan kita tak perlu berlari, lagi pula bukankah berlari hanya memudahkan kita terjatuh? Nikmati prosesnya sembari berjalan, pelan-pelan yang penting sampai. Lalu, sesekali kita perlu menepi, untuk sejenak menyepi. Kesebuah tempat terpencil, tanpa perlu merasa terkucil, menemukan damai, saat jauh dari ramai. Musim panas telah datang, ini saatnya para pendaki atau hanya sekedar penikmat alam baik warga lokal maupun touris mulai mempersiapkan peralatan pendakiannya menuju puncak Gunung Fuji yang terletak ditengah Prefektur Yamanashi dan Shizuoka dengan ketinggian 3,776 meter diatas permukaan laut. Bersama rekan-rekan PPI Gifu, kita berinisiatif untuk melakukan pendakian pada musim panas ini dengan persiapan satu bulan sebelum pendakian, seperti latihan fisik jogging dan menjaga kesehatan agar terhindar dari cedera saat pendakian. Selain itu, peralatan-peralatan penting pendakian dipersiapkan satu minggu sebelum mendaki, seperti tas carrier, sepatu gunung (guna menghindari cedera kaki), jaket, kaos kaki tebal, jas hujan, baju dan celana heatech, tracking pole, headlamp (guna mengejar summit pada jam 2:30 AM), topi (guna terhindar dari sengatan matahari), buff (agar wajah tidak kering dan mengelupas), dan kacamata agar terhindar dari debu.

Perjalanan pun dimulai pada sore hari dengan menggunakan bus dari Universitas Gifu, lalu dilanjutkan menuju stasiun Nagoya menggunakan kereta api. Langit saat itu memerah, lalu gelap menghampiri, istirahat sejenak mengisi perut yang sudah kosong, dan membeli makanan ringan untuk dimakan nanti saat perjalanan malam menuju titik tujuan. Tas carrier pun telah masuk dalam bagasi bus dengan harga tiket 4,500 yen, lalu pelan-pelan bapak supir memainkan pedalnya bertolak ke Prefektur Yamanashi pada jam 23:10 PM menggunakan bus Meitetsu. Perjalanan ditempuh kurang lebih empat setengah jam dan sampai pada pagi hari di Stasiun Fujikawaguchiko. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju stasiun 5 menggunakan bus yang telah dikelola baik oleh pemerintah untuk para pendaki/wisatawan, dan mengganti pakaian serta sarapan pagi sebelum pendakian. Pada musim tersebut para pendaki sangat ramai, dibuktikan dengan sesaknya manusia di dalam bus menuju stasiun 5. Hal ini dikarenakan pemerintah Jepang sebelumnya telah menutup pendakian Gunung Fuji kurang lebih selama 2 tahun yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 yang mewabah di seluruh penjuru dunia. Syahdan, gerak langkahpun dimulai, hal pertama yang harus dilakukan adalah registrasi di pintu masuk pendakian Yoseda Track (jalur yang sangat umum bagi pendaki awam), agar nama-nama dan jumlah pendaki terdata oleh pengelola. Tepat pukul 11:00 AM pagi hari, pendakian pun dimulai dan disambut dengan cuaca yang cerah seakan Fuji mengucapkan selamat datang dipunggungannya, walau pasir-pasirnya seakan tidak rela diinjak oleh ratusan manusia. Ya, manusia yang datang tidak hanya rekan-rekan PPI Gifu saja, saudara-saudara kita dari gen Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, Autraloid, dan ras khusus, juga datang menyambangi puncak tertinggi di Jepang ini. Menariknya kita bertemu dengan sekelompok pendaki asal Indonesia dengan usia yang tidak muda lagi, berkisar antara 45-60 tahun yang masih semangat untuk menggapai puncak.

Selama pendakian selalu ditemani roti atau minuman segar jika lelah melanda, sesekali candaan kecil atau curhatan segar silih berganti menemani. “Bukankah mendaki gunung itu tujuannya untuk mencapai pucak?” Kadang tanggapan tersebut diminati banyak orang, akan tetapi sebagian orang lagi bertujuan untuk mengenal lebih dalam seseorang, mempererat keakraban sesama teman, menyadari diri kita itu kecil, bertemu orang-orang baru, dan bonusnya menikmati keindahan alam yang diciptakan sangat indah oleh Tuhan. Perjalanan pun dilanjutkan, walau langkah kaki semakin berat dan suhu dingin mulai menusuk hingga epidermis kulit. Waktu pun berlalu, kita tiba di stasiun 8 pada pukul 2:40 PM, dimana pada stasiun ini tempat kami menginap malam ini yaitu di penginapan Hakuun-so yang berada pada ketinggian 3200 m dpl. Syahdan, melakukan check-in di penginapan tersebut dan segera masuk ke kamar-kamar yang telah disediakan oleh pengelola penginapan. Tepat pukul 4:30 PM makan malam pun dihidangkan, mulai dari vegetable curry, makan pembuka dan penutup disajikan serta lauk pauk yang telah kita masak di rumah masing-masing. Hal ini telah kita pahami sedari awal bahwa sangat sulit bagi pihak pengelola untuk menyajikan makanan halal untuk pendaki muslim. Dinginnya Fuji sore itu seakan tergantikan dengan kehangatan perbincangan yang diberikan oleh pemandu yang mengetahui kita berasal dari Indonesia, karena salah satu dari mereka pernah berkunjung ke Indonesia dan mengetahui keragaman makanan disana.

Tepat pukul 2:00 AM, alarm handphone pun berdering, lalu kita bersiap-siap untuk sarapan pagi, dan melakukan summit attack pada pukul 2:30 AM. Pagi hari yang teramat pagi itu cuaca sangat indah dengan bulan yang seakan menepi di puncak Fuji, bintang-bintang pun tak ingin ketinggalan memberikan sedikit cahayanya menemani para pendaki. Kaki ini terus berjalan walau pelan menuju puncak agar badan selalu hangat dan terhindar dari hipotermia atau penyakit ketinggian lainnya. Topografi saat summit attack sedikit terjal dengan kontur tanah yang dimodifikasi zig-zag oleh pengelola, dan juga tipe tanah yang berpasir sedikit menyulitkan pendaki saat berjalan. Disamping itu, ratusan pendaki bak kunang-kunang di malam hari yang memiliki warna cahayanya masing-masing melalui medan yang cukup rumit dan mengantri menuju puncak Fuji. Kunang-kunang tersebut terus menyala menuju puncak tanpa meredupkan cahaya lainya, terus berjalan, saling sapa, saling transfer nutrisi, dan bercerita indah masa lalu. Kemudian, tepat pukul 4:00 AM kita sampai di pucak Gunung Fuji dan tampak beberapa pemukiman penduduk masih terang ditemani lampu-lampu rumah.

Satu jam pun berselang, matahari dari ufuk timur seakan tidak malu menampakkan tubuhnya pelan-pelan kepada para pendaki meskipun dibidik tiada henti. Tepat pada moment tersebut kami dapat mengibarkan bendera Indonesia dan bendera PPI-Gifu pada ketinggian 3,776 m dpl. Rasa haru pun terbit seperti matahari yang hangat di pagi ini, dan perjalanan ini memberikan banyak pelajaran bahwa kita tidak sendiri menjalani kehidupan serta dengan kebersamaan kita menjadi lebih kuat. Syahdan, aktivitas akademik yang sedikit melelahkan, seakan berganti pemulihan pada pendakian kali ini, ketika tubuh seolah-olah diajak berinteraksi langsung dengan alam yang telah diciptaan oleh yang Maha Kuasa. Pendakian panjang bukan hanya soal kekuatan fisik semata, kita harus menjaga batin agar tetap stabil, menjaga sikap agar tidak bersinggungan dengan kawan yang lain, menjaga pemikiran agar tidak terfokus pada hal-hal buruk, dan yang pasti menjaga diri agar selamat hingga pulang nanti. Karena tujuan mendaki adalah pulang dengan selamat.

Terima kasih kawan, Muhammad Fadli, Robi Cahyadi, Abram Anggit Mahadi, Leonardo, dan Wahyu Hidayat.            

Penulis : Robi Cahyadi

Editor : Adityawan Sigit

PPI-Gifu Jepang dalam Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78

Tanggal 17 Agustus merupakan waktu yang sangat sakral dan memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Indonesia yang menetap di wilayah Indonesia maupun masyarakat Indonesia yang hidup diluar negeri seperti pelajar atau mahasiswa. Bertepatan dengan akhir musim panas, Perhimpunan Pelajar Indonesia Jepang di Gifu (PPI-Gifu) memperingati kemerdekaan Indonesia dengan berbagai acara pada tanggal 02 September 2023 yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan sebagai penawar hati yang teramat rindu dengan tanah air. Acara telah berlangsung di kampus Universitas Gifu, Gymnastic 2 dan halaman belakang Fakultas Pendidikan. Acara perayaan kemerdekaan RI ke-78 tersebut dimulai pada pukul 11:00 JST, dan diawali dengan sambutan hangat oleh pembawa acara Bagus Himawan Wicaksono, kemudian kata sambutan yang dihaturkan oleh Wakil Ketua PPI-Gifu, Adityawan Sigit.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PPI-Gifu telah menyampaikan beberapa pesan penting, yaitu;

  1. Ucapan terima kasih diberikan kepada teman-teman yang telah meluangkan waktu dan tenaga dari jadwal akademik untuk dapat datang berpartisipasi dalam acara perlombaan kemerdekaan Indonesia ke-78, dan pihak sponsor yaitu Kazoku dan Hanamaza Pan yang telah memberikan hadiah untuk para pemenang perlombaan.
  2. Acara perlombaan 17 Agustus ini bertujuan untuk menyatukan warga negara Indonesia, khususnya pelajar Indonesia, dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Selain itu, beliau juga mengumumkan kepada peserta untuk dapat berpartisipasi pada pertunjukan angklung yang dilaksanakan pada tanggal tanggal 18 Oktober dan 5 November 2023.
  3. Koordinator divisi diingatkan Kembali untuk dapat menyerahkan laporan kegiatan, berkontribusi pada laporan pertanggungjawaban yang akan diserahkan kepada Dewan Pengawas saat Pemilihan Raya (Pemira) mendatang.
  4. Permintaan maaf disampaikan atas segala kekurangan, menekankan dedikasi pengurus organisasi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi semua peserta.

Setelah kata sambutan disampaikan, pembawa acara menyampaikan beberapa cabang perlombaan yang akan ditandingkan seperti fun ganda bulu tangkis, fun futsal, tarik tambang, balap karung, dan fun games untuk anak-anak. Perlombaan pertama yang ditandingkan adalah bulutangkis dan fun games untuk anak-anak. Untuk perlombaan bulutangkis  dipecah menjadi ganda putra dan putri, sementara bagi anak-anak melakukan lomba balap kelereng dan lomba tali-pensil. Kemudian, setelah kedua perlombaan tersebut selesai, acara selanjutnya adalah makan siang bersama dan sholat Dzuhur berjamaah di halaman Fakultas Ilmu Pendidikan.

Detik dan menit pun berlalu, perlombaan dilangsungkan diatas rumput yang sangat hijau pada musim panas ini, beberapa cabang pertandinganpun dimulai kembali dengan perlombaan balap karung, tarik tambang, dan fun futsal (putra dan putri). Acara berlangsung sangat meriah dan atraktif, terlihat dari semua wajah peserta sangat menikmati acara tersebut, dimana sehari-hari disibukkan dengan urusan akademik. Melalui acara seperti ini diharapkan pelajar PPI-Gifu khususnya dapat meredam tingkat stress yang tinggi dan berkomukasi dengan baik sesama pelajar agar sehat jasmani serta rohani. Acara ini tidak hanya merayakan kemerdekaan Indonesia, akan tetapi juga mewujudkan semangat PPI-Gifu sebagai platform untuk persatuan, komunikasi, dan realisasi misi PPIJ untuk mengakomodasi pemikiran serta kebutuhan mahasiswa Indonesia di Jepang.

Di Universitas Gifu, perayaan ini menggemakan semangat dan keragaman Indonesia, menumbuhkan ikatan yang lebih kuat di antara anggota PPI-Gifu. Semoga kegiatan yang penuh semangat ini berfungsi sebagai mercusuar persatuan dan persahabatan dimasa yang akan datang.

Penulis: Robi Cahyadi

Editor: Adityawan Sigit

WEBINAR Menjadi Produktif dengan Menulis Buku

Menulis sudah menjadi bagian penting dari kehidupan di zaman sekarang ini. Menulis adalah keterampilan penting yang memungkinkan kita untuk mengkomunikasikan pikiran, ide, dan perasaan kita dengan orang lain. Menulis lebih dari sekadar alat praktis, tetapi juga merupakan outlet kreatif yang memungkinkan kita untuk mengekspresikan diri dan berbagi perspektif unik kita dengan dunia. Menulis adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan dan bisa dijadikan hobi. Dengan menulis, kita bisa mencurahkan segala keluh kesah, cerita suka, duka, bahagia, derita, semangat dan segala rasa.

Pada tanggal 18 Juni 2023, Persatuan Pelajar Indonesia komisariat Gifu dengan bangga mengadakan webinar online bertajuk “MENJADI PRODUKTIF DENGAN MENULIS BUKU”. Acara yang dihadiri oleh peserta dari Jepang dan Indonesia ini berhasil menyuguhkan wawasan menarik tentang produktivitas melalui kegiatan menulis buku. Pembicara pada kesempatan ini adalah Muhammad Ramli, seorang ahli dan praktisi di bidang penulisan.

Muhammad Ramli membahas betapa pentingnya menulis buku dalam meningkatkan produktivitas seseorang. Melalui pembahasan yang inspiratif, peserta diajak untuk mengeksplorasi potensi kreativitas mereka dan menemukan manfaat produktivitas melalui proses menulis.

Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Yusli Wardiatno selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI di Tokyo, Ketua PPI Jepang Periode 2022-2023 kakanda Anastasya Wulandari H, alumni PPI Gifu, Anggota PPI Gifu serta dosen dan mahasiswa yang berada di Indonesia. Muhammad Ramli memberikan kiat dan tips dalam membuat tulisan, dan para peserta webinar juga antusias dengan mengajukan pertanyaan menarik selama sesi tanya jawab. Diskusi antara pembicara dan peserta menciptakan atmosfer yang inspiratif dan memotivasi.

Foto bersama

Sambutan dari Atdikbud KBRI Tokyo, Prof. Yusli Wardiatno Sambutan dari Ketua PPI Jepang Periode 2022-2023, kakanda Anastasya Wulandari H

Muhammad Ramli, seorang penulis terkemuka, motivator literasi, dan pendiri mudahmenulis.id

 

Penulis: Lia Anggresani

Editor: Adityawan Sigit

Webinar Pertama PPIJ “The Engineering Week” Tampilkan Potensi Mahasiswa Indonesia di Jepang

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ) pada tanggal 24 dan 25 Juni 2023 menyelenggarakan acara webinar perdana mereka yang bertajuk “The Engineering Week”. Acara yang berlangsung selama dua hari ini mempertemukan secara online para pelajar Indonesia di Jepang dari berbagai bidang teknik untuk mengeksplorasi berbagai topik, termasuk penelitian tingkat tinggi, pendidikan di bidang teknik di Jepang, dan peluang beasiswa untuk belajar teknik di Negeri Matahari Terbit.

PPIJ yang berdedikasi untuk memaksimalkan potensi dan kemampuan pelajar Indonesia di Jepang, menyelenggarakan webinar ini sebagai bagian dari komitmen mereka untuk meningkatkan keunggulan akademik. Acara ini menghadirkan pembicara yang mewakili 13 bidang studi teknik yang berbeda. Bidang-bidang tersebut meliputi Chemical Engineering, Fundamental Engineering, Material Science and Engineering, Mechanical Systems Engineering, Civil Engineering, Computer Science, Mechanical Engineering, Architecture, Urban and Regional Planning, Ocean Engineering, Maritime Engineering, Environmental Engineering, dan Electrical Engineering.

Salah satu pembicara di webinar ini adalah Igor Novid, mahasiswa PhD tahun ke-3 jurusan Teknik Elektronika dan Sistem Informasi di Universitas Gifu. Igor Novid, yang akrab disapa “Bang Igor”, juga menjabat sebagai Dewan Pengawas Persatuan Pelajar Indonesia Komisariat Gifu (PPI-Gifu) periode 2023/2024. Dalam sesinya, Igor mendalami dunia komunikasi komputer, menjelaskan peran inti dari teori pengkodean dalam komunikasi digital. Beliau menyoroti pentingnya kode biner, urutan yang terdiri dari 0 dan 1, dan aplikasinya dalam kompresi data, kriptografi, deteksi dan perbaikan kesalahan, transmisi data, dan penyimpanan data.

Tema penelitian Igor berfokus pada “Pengujian kinerja Polar code yang digabungkan secara seri dengan kode pembatas pada Komunikasi dengan Cahaya Tampak (Visible Light Communication – VLC).” VLC adalah teknologi komunikasi nirkabel yang memanfaatkan cahaya tampak, sehingga dapat diakses oleh berbagai perangkat. Inovasi ini dikembangkan di tempat-tempat seperti pesawat terbang dan rumah sakit, di mana frekuensi radio (misalnya, WiFi) dapat mengganggu peralatan penting. Igor menekankan bahwa VLC, dengan lebar kanal yang luas, memiliki potensi untuk meningkatkan kinerja jaringan 5G.

Untuk melakukan penelitiannya, Igor menggunakan bahasa pemrograman Julia untuk membuat simulasi. Selama presentasinya, beliau juga menjelaskan perjalanan pendidikan doktoralnya, menyoroti dukungan yang ia terima dari laboratorium, bimbingan senior selama tahun pertamanya, dan bantuan keuangan melalui Research Assistant (RA) dan beasiswa Advanced Global Program (AGP).

Sebagai penutup, Igor mendorong para peneliti masa depan, terutama mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi, untuk dapat memilih tema penelitian yang didasarkan pada basis pengetahuan yang kuat. Beliau mengungkapkan rencananya untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi pada Departemen Teknik Elektronika di Universitas Negeri Padang (UNP) setelah menyelesaikan gelar doktoralnya-sebuah bukti dedikasinya untuk memajukan pengetahuan teknik di Indonesia.

Webinar “The Engineering Week”, yang diselenggarakan oleh PPIJ, tidak hanya memamerkan prestasi mengesankan dari mahasiswa Indonesia di Jepang, tetapi juga menyoroti pentingnya memupuk keunggulan akademis dan berbagi pengetahuan dalam komunitas mahasiswa Indonesia di luar negeri. Acara ini merupakan acara penting yang menjanjikan untuk membuka jalan bagi upaya-upaya serupa di masa depan.

Link post Instagram PPI Jepang:

https://www.instagram.com/p/CtrB7frR0Vf/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Link post Instagram PPI Dunia:

https://www.instagram.com/p/Ct3ChMmoQVU/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Penulis: Adityawan Sigit

Merayakan Budaya Indonesia di Hello World Hello Gifu 2023: Pertunjukan yang Meriah oleh PPI-Gifu

Gifu, Jepang – Pada Sabtu yang cerah tanggal 17 Juni 2023, Kota Gifu menjadi semarak dengan alunan musik Indonesia dan tampilan budaya yang penuh warna, berkat partisipasi antusias dari teman-teman Persatuan Pelajar Indonesia-Gifu (PPI-Gifu) dalam acara pagelaran seni Hello World Hello Gifu 2023. Acara ini diselenggarakan di ‘Minna no Mori’ Gifu Media Cosmos, Kota Gifu, Jepang. Selain kebudayaan dari Indonesia, penampilan kebudayaan dari negara lain seperti Vietnam, Spanyol, Hawaii, dan Itali juga ditampilkan sebagai ajang tukar budaya dan pengenalan bagi masyarakat di Kota Gifu, Jepang.

Acara ini merupakan pengamalan PPI-Gifu sesuai dengan salah satu misi PPI Jepang, yaitu memprakarsai kebudayaan Indonesia di Jepang. Seminggu sebelumnya, pada hari Minggu, 11 Juni 2023, teman-teman PPI-Gifu telah memukau penonton di acara “Exchange Culture” yang diadakan di Ichihasi Community Center, Kota Gifu (Lihat laporan kegiatan di https://gifu.ppijepang.org/2023/07/14/indonesia-japan-culture-exchange/).

Inti dari kontribusi PPI-Gifu adalah pengenalan angklung sebagai salah satu tradisi kebudayaan Indonesia yang masih lestari hingga sekarang. Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari tabung bambu yang menghasilkan suara yang harmonis ketika digoyangkan. Dalam kesempatan ini, teman-teman dari PPI-Gifu diberikan kesempatan untuk tampil di panggung utama Hello World Hello Gifu 2023 untuk menampilkan angklung dengan membawakan beberapa lagu seperti Bengawan Solo, Can’t Help Falling In Love, Kimigayo (Lagu Nasional Jepang), dan Sukiyaki (Ue o Muite Arukou). Suara angklung yang unik bergema di Gedung Gifu Media Cosmos dan membuat penonton terkesima, yang kemudian turut bernyanyi saat lagu Sukiyaki dimainkan.

Penampilan teman-teman PPI-Gifu di panggung utama Hello World Hello Gifu 2023

Link video penampilan: https://drive.google.com/file/d/13mVhfDNfqukTFXgQRJOmsyVGsh9TgNlb/view?usp=drivesdk

 

Selain penampilan angklung di panggung utama, PPI-Gifu juga menampilkan kebudayaan Indonesia di stan khusus yang ada di Hello World Hello Gifu 2023. Beberapa pernak-pernik yang ditampilkan di stan Indonesia pada kesempatan kali ini antara lain adalah:

Stan PPI-Gifu di event Hello World Hello Gifu 2023

  1. Katalog tentang Indonesia: PPI-Gifu menawarkan harta karun informasi tentang Indonesia, yang memungkinkan pengunjung untuk menggali lebih dalam tentang sejarah, geografi, dan budaya Indonesia. Dari foto-foto yang menakjubkan hingga artikel-artikel yang penuh wawasan, katalog-katalog ini berfungsi sebagai jendela menuju dunia Indonesia yang beragam dan mempesona.
  2. Selebaran tentang Indonesia: dalam upaya untuk berbagi esensi Indonesia, PPI-Gifu membagikan selebaran penuh warna yang diisi dengan fakta-fakta menarik dan visual yang menawan. Selebaran ini tidak hanya mengedukasi namun juga menginspirasi para peserta untuk mengeksplorasi budaya Indonesia lebih jauh.
  3. Cinderamata tradisional Indonesia: gerai ini juga menampilkan beragam cinderamata tradisional Indonesia yang menarik, masing-masing menampilkan identitas unik Indonesia. Dari tekstil batik yang dibuat dengan rumit hingga perhiasan yang unik, cinderamata ini menawarkan hubungan yang nyata dengan warisan seni Indonesia.
  4. Angklung: sebagai daya tarik utama dalam kegiatan Hello World Hello Gifu 2023, stan PPI-Gifu juga menampilkan beberapa angklung yang sebelumnya digunakan dalam live performance di panggung utama. Dalam kesempatan ini, teman-teman bersama Suzuki-sensei, salah satu pengajar di Gifu University yang mempunyai riset tentang angklung, mengajak pengunjung stan terutama anak-anak dan remaja, untuk mencoba memainkan angklung bersama-sama untuk memeriahkan suasana. Kegembiraan tampak jelas di wajah pengunjung saat memainkan angklung.

Angklung time, bermain angklung bersama anak-anak Jepang

Walikota Kota Gifu, Masanao Shibahashi, turut hadir dan mengapresiasi kebudayaan Indonesia yang ditampilkan di stan PPI-Gifu. Koran Kota Gifu juga turut mengulas penampilan angklung dan stan PPI-Gifu saat event Hello World Hello Gifu 2023. Hal ini sangat memberikan kami semangat, dan menjadi penanda bahwa masyarakat Jepang sangat tertarik dengan kebudayaan Indonesia dan mungkin akan lebih banyak lagi potensi kolaborasi antara Indonesia dan Jepang untuk mempromosikan kebudayaan dari masing-masing negara di kemudian hari.

Foto bersama Walikota Gifu, Masanao Shibahashi

Koran Kota Gifu tanggal 18 Juli 2023 yang mengulas Indonesia di Hello World Hello Gifu 2023

Kehadiran PPI-Gifu di Hello World Hello Gifu 2023 menjadi jembatan penghubung antar budaya, menumbuhkan pemahaman dan apresiasi yang lebih dalam terhadap Indonesia di kalangan masyarakat Gifu, Jepang. Melalui penampilan angklung yang memukau dan pameran yang memikat di stan, teman-teman PPI-Gifu tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi, meninggalkan kesan yang mendalam bagi pemirsa yang hadir. Persatuan Pelajar Indonesia-Gifu, melalui partisipasinya dalam acara-acara seperti Hello World Hello Gifu, mengingatkan kita semua bahwa di dunia yang penuh dengan keragaman, seni dan budaya adalah alat yang ampuh untuk mendekatkan kita, memupuk ikatan yang melampaui batas-batas negara dan bahasa. Ini adalah pengingat bahwa kita memang satu dunia, dan acara seperti ini membantu kita mengatakan “Halo” dengan cara yang indah.

Created by: Luthfan Nur Habibi

Editor: Adityawan Sigit