Pada tanggal 9 November 2013 kemarin, kami dari tim kesenian PPI Gifu mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan budaya lewat tarian dan presentasi singkat tentang Indonesia.
Hal ini bermula dari acara Hello Gifu Hello Word (HGHW) bulan September kemarin, dalam acara ini kami menampilkan tari indang dan tari randai, serta ada stan Indonesia juga disana. Di tengah-tengah acara, kami disapa oleh 2 orang dari ICFA, Makita San dan Hayamizu San (dua perempuan paruh baya). Diskusi berjalan kearah bagaimana ICFA bisa menjembatani Indonesia untuk bisa mempromosikan budayanya.
Saat itu belum bisa diputuskan ide terbaik dan kapan bisa diwujudkan. Diskusi dilanjutkan beberapa waktu selanjutnya, saat itu bulan ramadhan. Bertempat di Lobi fakultas Applied Biological Sciences, UniversitasGgifu, kami berdiskusi banyak. Akhirnya diputuskan, ICFA akan mengadakan kegiatan tukar budaya yang tidak hanya ada budaya Indonesia di sana. Serta diputuskan juga agar Indonesia bisa menampilan dua tari dan presentasi pendek tentang Indonesia.
Karena kesibukan masing-masing personil tim tari PPI Gifu, kami bisa mulai latihan seminggu sebelum acara. Dan banyak juga anggota baru dalam penampilan ini. Alhamdulillah kesadaran untuk berpartisipasi dalam acara-acara promosi budaya Indonesia cukup besar di kalangan PPI Gifu. Tujuh laki-laki dan lima perempuan bersedia tampil dalam event ini. Tari yang kami pilih adalah tari Rantak dan Tari Indang, dua-duanya dari Sumatera Barat. Melawan udara malam yang bertambah dingin, maklum sudah mulai peralihan musim dari gugur ke dingin, kami berusaha sebaik mungkin untuk menguasai dan menikmati kedua tari tersebut. Alhamdulillah, meskipun dari 12 orang tersebut 5 orang merupakan anggota baru, semuanya tetap berjalan lancar dan mereka semua bisa menguasai gerakan dengan cepat.
9 November 2013
Kami berangkat pukul 9:30 dari Universitas Gifu, dijemput oleh dua mobil dari pihak panitia. Sampai disana, senyum merekah dari nenek-nenek dan kakek-kakek menyambut kami. International Cultural and Frienship Association (ICFA) – 国際文化友好協会(Kokusai bunka yuukou kyoukai) adalah Lembaga Non Profit yang bergerak di bidang pertukaran budaya. Kantor pusatnya sendiri berada di Nagano Ken, kantor wilayahnya ada di Okayama Ken. Untuk wilayah lain seperti Gifu, hanya diisi oleh sukarelawan-sukarelawan, dan kebanyakan orang tua. Mereka ikut menjadi sukarelawan untuk mengisi waktu selain juga bisa untuk mengurangi pajak pensiunan (pajak pensiunan bisa berkurang dengan mengikuti kegiatan-kegiatan sosial).
Kami dipersilahkan masuk dan meletakkan semua barang kami di salah satu ruang yang sudah disediakan. Setelah itu, kami diajak masuk ke dapur, semuanya terkejut, karena banyak mochi yang sudah disiapkan dan tidak lupa senyum lebar ibu-ibu menyambut kami. Acara pertama yang kami lakukan sebelum menari adalah membuat mochi bersama.
Mochi adalah makanan khas jepang yang terbuat dari beras mochi (seperti beras ketan), ditumbuk halus dan dibulat-bulat kemudian diisi dengan berbagai rasa. Ada kacang merah manis, tepung kacang manis, atau yang normal tanpa tambahan apa-apa.
Setelah pembuatan mochi ini selesai, kami makan mochi bersama, diiringi dengan perkenalan satu persatu. Decak kagum tak lepas dari benak kami, karena meskipun sudah tua-tua, mereka tetap semangat dan terlihat tanpa beban.
Pukul 12:30 acara makan mochi sudah selesai, tim kesenian PPI Gifu dipersilahkan untuk ganti pakaian dan menyiapkan semuanya.
Waktu penampilan kami telah tiba, dari gerak-gerik teman-teman, terlihat pada nervous, meskipun jumlah penontonnya tak sebanyak ketika Tn. Gesang menyanyikan Bengawan Solo. Kami duduk dibarisan terdepan. MC membuka acara, dimulai dengan sedikit sambutan dari perwakilan ICFA. Pemanasan dilakukan, semua peserta diminta berdiri untuk menarikan tari Yosakoi Soran Bushi, tarian tradisional Jepang yang menggambarkan kesenangan nelayan ketika musim ikan. Sudah mulai berkeringat, dilanjutkan dengan tarian aloha, lagi-lagi peserta diminta berdiri untuk menari bersama.
Teman-teman dari tim kesenian PPI Gifu mulai mengeluh ‘’Acara apa ini, kok nari terus’’. Hehe, acara ini memang pertukaran budaya, yang dikhususkan pada tarian, jadinya seluruh acara berisi pertukaran tarian. Aloha selesai, dilanjutkan dengan presentasi pendek tentang Indonesia. Isi dari presentasi ini dimulai dengan gambaran global Indonesia, tentang agama Islam perihal makanan halal, beberapa tampilan objek khusus di Indonesia seperti Borobudur dan Komodo, kemudian ditutup dengan acara tanya jawab.
Presentasi selesai dilanjutkan dengan tari, tari pertama yang kami tampilkan adalah tari Rantak. Meskipun dengan perasaan tegang, kami bisa melewatinya dengan sukses. Kemudian disusul dengan tari Indang. Penampilan terakhir kami diisi dengan menari indang bersama peserta. Semua peserta kami minta duduk dilantai dan menari indang bersama, terlihat semuanya gembira melakukannya.
Setelah penampilan kami selesai, masih ada satu lagi tari, yaitu tari Michael Jackson. Inilah yang paling membuat kami tergelitik, kenapa tari ini ikut ditarikan bersama juga. Tapi, kami semua menikmatinya. Semoga Indonesia tetap jaya, dan selalu ada yang peduli tentang budaya.
Salam budaya.!!
Penulis : Zuhud R
Editor : Admin
Foto : Panitia ICFA




